Biaya Bongkar Muat Pelabuhan Terancam Naik 25% Imbas Kenaikan BBM

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Rabu 29 April 2026 17:59 WIB
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui cucu usahanya, PTP Nonpetikemas, berencana menaikkan biaya bongkar muat. (Foto: Okezone.com/Pelindo)
Share :

JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui cucu usahanya, PTP Nonpetikemas, berencana menaikkan biaya bongkar muat dalam rangka penyesuaian terhadap kenaikan harga BBM. Kenaikan harga BBM industri yang terjadi saat ini membuat biaya operasional perusahaan meningkat, karena sebagian alat berat masih menggunakan tenaga penggerak berbahan bakar fosil.

"(Konflik) Iran, Israel, dan Amerika ini tidak terlalu signifikan sebenarnya ya. Tapi ini mulai terasa, karena dampaknya BBM mulai naik. Biaya operasional kita meningkat, BBM yang tadinya di bawah itu sudah dua kali lipat," ujar Direktur Komersial & Pengembangan Usaha PTP Nonpetikemas Dwi Rahmad Toto dalam acara Port Visit PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok, Rabu (29/4/2026).

Selain itu, Toto mengatakan vendor pemilik alat bongkar muat yang beroperasi di pelabuhan juga menuntut penyesuaian harga. Kondisi tersebut, jika berlangsung dalam jangka panjang, dinilai dapat berdampak terhadap arus kas perusahaan.

"Jadi memang kalau di operasional pasti terasa, tapi kita sedang mengkaji dampak secara korporasi secara keseluruhan," katanya.

Ia mengaku saat ini pihaknya tengah melakukan kajian internal terkait wacana kenaikan biaya bongkar muat sebelum hasil kajian tersebut diajukan kepada pemerintah untuk mendapatkan pertimbangan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya