Petani Sawit Teriak Harga TBS Anjlok, Singgung DSI

Tangguh Yudha, Jurnalis
Kamis 28 Mei 2026 14:10 WIB
Petani Sawit Teriak Harga TBS Anjlok, Singgung DSI (Foto: PTPN)
Share :

JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) mengeluhkan anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit yang dinilai semakin membebani petani, khususnya petani swadaya.

Ketua Umum DPP Apkasindo Gulat Medali Emas Manurung mengatakan, harga TBS petani swadaya saat ini turun tajam hingga berada di kisaran Rp1.800 sampai Rp2.200 per kilogram (kg). Penurunan harga tersebut rata-rata mencapai Rp600 hingga Rp1.500 per kilogram dalam beberapa hari terakhir.

“Petani swadaya sekarang itu ada yang tinggal Rp1.800 sampai Rp2.200 per kilogram. Padahal HPP kita Rp2.000. Artinya petani sudah nombok,” kata Gulat dalam keterangannya dikutip Kamis (28/5/2026).

Menurut Gulat, kelompok petani swadaya menjadi pihak yang paling terdampak karena tidak memiliki kepastian kontrak pembelian seperti petani plasma maupun petani bermitra. Saat ini, harga TBS petani plasma masih berada di kisaran Rp3.600 per kilogram.

“Kalau petani bermitra masih ada perlindungan karena diatur Permentan Nomor 13 Tahun 2024. Yang paling terpuruk itu petani swadaya, sementara luas kebun petani swadaya mencapai 93 persen dari total kebun sawit rakyat,” ujarnya.

Dia menegaskan anjloknya harga TBS bukan disebabkan oleh melemahnya harga minyak sawit mentah (CPO) global. Menurutnya, harga CPO dunia di Malaysia maupun Rotterdam justru sedang menguat.

“Harga CPO global lagi bagus. Kalau dirupiahkan bisa rata-rata Rp18 ribu, seharusnya harga dalam negeri sekitar Rp15.800. Tapi sekarang hanya sekitar Rp11 ribu. Jadi tidak masuk akal kalau harga TBS petani jatuh sedalam ini,” katanya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya