JAKARTA - Reksa dana menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak diminati karena mudah diakses, bisa dimulai dengan modal awal terjangkau, dan dikelola oleh Manajer Investasi profesional. Namun, seperti instrumen investasi lainnya, reksa dana tetap memiliki risiko yang perlu dipahami sebelum berinvestasi.
Dengan memahami risiko, investor dapat memilih jenis reksa dana yang sesuai dengan profil risiko, tujuan keuangan, dan jangka waktu investasi. MotionTrade telah merangkum 5 (lima) risiko investasi reksa dana yang perlu diketahui investor, yaitu:
Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana dapat naik maupun turun mengikuti kondisi pasar. Misalnya, reksa dana saham dipengaruhi oleh pergerakan harga saham, sedangkan reksa dana pendapatan tetap dipengaruhi oleh pergerakan harga obligasi dan tingkat suku bunga. Karena itu, nilai investasi yang dimiliki investor juga dapat mengalami penurunan.
Risiko likuiditas terjadi ketika Manajer Investasi menghadapi banyak permintaan pencairan dana (redemption) dalam waktu yang bersamaan. Kondisi ini dapat memengaruhi proses pencairan investasi meskipun umumnya tetap dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.