Pada reksa dana yang berinvestasi di obligasi atau instrumen utang, terdapat kemungkinan pihak penerbit surat utang mengalami kesulitan memenuhi kewajibannya. Risiko ini dapat memengaruhi kinerja portofolio reksa dana meskipun Manajer Investasi biasanya melakukan seleksi dan diversifikasi untuk meminimalkan potensi tersebut.
Perubahan suku bunga dapat memengaruhi nilai investasi reksa dana, terutama reksa dana pendapatan tetap yang berinvestasi pada obligasi. Ketika suku bunga naik, harga obligasi cenderung turun karena investor lebih memilih instrumen baru dengan imbal hasil lebih tinggi. Sebaliknya, saat suku bunga turun, harga obligasi berpotensi meningkat.
Faktor ekonomi seperti inflasi, perubahan suku bunga, nilai tukar, hingga kondisi geopolitik dapat memengaruhi kinerja pasar keuangan. Dampaknya, nilai investasi reksa dana juga dapat mengalami fluktuasi.
Untuk mempermudah proses investasi reksa dana, Anda dapat memanfaatkan fitur Auto Invest di aplikasi MotionTrade. Fitur ini secara otomatis menginvestasikan dana mengendap di Rekening Dana Nasabah (RDN) ke Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) pilihan nasabah. Investasi reksa dana menjadi lebih mudah dan praktis dengan fitur Auto Invest di MotionTrade!
Nikmati layanan investasi pasar modal dari #MNCSekuritas dengan segera mengunduh aplikasi MotionTrade dan jelajahi seamless experience. Aplikasi MotionTrade dapat diunduh di Google PlayStore dan Apple AppStore dengan link unduh onelink.to/motiontrade MNC Sekuritas, Invest with The Best!
(Taufik Fajar)