JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap dugaan praktik penipuan mutu beras yang diduga melibatkan empat grup perusahaan besar. Menurut Kementerian Pertanian, praktik tersebut tidak hanya merugikan konsumen, tetapi juga diduga menghasilkan keuntungan hingga triliunan rupiah bagi pelaku.
Temuan itu berawal dari hasil pengawasan dan pengujian laboratorium terhadap beras premium yang beredar di pasaran. Berikut Okezone rangkum fakta-fakta menariknya, Senin (3/8/2026):
1. Empat grup perusahaan diduga terlibat
Mentan Andi Amran Sulaiman mengatakan dugaan manipulasi mutu beras melibatkan empat grup perusahaan besar, bukan hanya empat pabrik penggilingan.
Menurut Amran, perputaran uang dari praktik tersebut sangat besar sehingga pemerintah menilai kasus ini sebagai dugaan kejahatan ekonomi yang merugikan masyarakat.
"Ada satu grup, itu untungnya Rp2 triliun. Nah kita hitung, ini jadi bukan keuntungan, ya, ini penipuan, perampokan yang hitungan Rp98 triliun," kata Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (30/7/2026).
2. Satu grup diduga meraup Rp2,08 triliun per bulan
Amran menjelaskan, berdasarkan perhitungan pemerintah, nilai perputaran uang dari empat grup tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp100 triliun.