6 Fakta Harga Beras Naik hingga Langka, Mentan Singgung Ada Mafia

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Minggu 27 September 2026 07:08 WIB
6 Fakta Harga Beras Naik hingga Langka, Mentan Singgung Ada Mafia (Foto: Kementan)
Share :

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyinggung adanya mafia di balik kenaikan harga beras yang terjadi di tengah kondisi stok yang dinilai melimpah. Selain harga naik, peran mafia ini disinyalir membuat beras premium langka di ritel modern.

Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya melaporkan harga beras nasional pada pekan ketiga September berada di atas Harga Eceran Pemerintah (HET) atau Harga Acuan Pemerintah (HAP).

"Beras kenapa naik? Kenapa naik padahal stok banyak? Ada mafia. Ini yang bikin ribut," kata Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Berikut ini Okezone rangkum fakta-fakta harga beras naik hingga langka, Jakarta, Minggu (24/9/2026).

1. Mentan Ungkap Kerugian Rp90 Triliun

Mentan menyebut dugaan praktik tersebut merugikan masyarakat hingga Rp90 triliun. Dia mencontohkan adanya beras yang dibeli dengan harga Rp13.000, namun kemudian dijual hingga Rp57.000 per kg.

"Tahu nggak? Itu Rp90 triliun diambil haknya rakyat. Itu penipuan. Haknya rakyat kan? Benar nggak? Ya itu yang diberitakan. Benar. Bayangkan harganya Rp13.000. Dia jual Rp57.000. Adil nggak itu? Menurutmu apa dia? Orang baik? Penipu," lanjutnya.

Menurut Amran, kenaikan harga beras saat ini tidak seharusnya terjadi karena pemerintah memiliki stok beras dalam jumlah besar. Dia menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi praktik mafia beras.

"Enggak ada ruang bagi mafia beras di Indonesia. Kita berhadapan," tegas Amran.

2. Upaya Turunkan Harga Beras

Dalam upaya menekan harga beras, pemerintah, kata Amran terus menggelar operasi pasar serta menyalurkan bantuan pangan. Dia menyebut bantuan pangan serta Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terus diberikan ke masyarakat di seluruh Indonesia.

"Sekarang, kita saya kira dalam waktu dekat. Kita sekarang operasi pasar. Kemudian bantuan pangan untuk 33,4 juta orang seluruh Indonesia. Kemudian SPHP ada 1 juta. Sudah, insyaallah turun (harga)," tegasnya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya