JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menghadapi tantangan memenuhi kebutuhan kereta rel listrik (KRL) yang terus meningkat. Saat ini, kebutuhan KRL mencapai sekitar 105 trainset, sementara armada yang tersedia baru sekitar 80 trainset, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 25 trainset.
“Ini bukan perkara yang mudah. Ada kebutuhan, tapi juga ada kendala dari produksi. Jadi saya tidak bisa mengatakan harus impor, harus dalam negeri,” kata Dudy di Bandung, Jumat (2/10/2026).
Menurut dia, pemerintah akan mempertemukan Kementerian Perhubungan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, PT KAI, PT INKA, hingga Danantara untuk merumuskan skema pemenuhan kebutuhan KRL.
Dudy mengatakan Kemenhub akan melihat aspek teknis dan keselamatan, sementara aturan impor barang bekas menjadi kewenangan Kementerian Perdagangan. Pemerintah juga perlu memastikan pengadaan KRL tetap mendukung penguatan industri dalam negeri.
Salah satu opsi yang masih dibahas adalah impor KRL bekas. Namun, opsi tersebut terbentur ketentuan batas usia maksimal 20 tahun.