Bimo juga menekankan pentingnya kolaborasi dan pertukaran informasi antarnegara serta antarpemangku kepentingan untuk merespons dinamika ekonomi digital yang berkembang sangat cepat.
“Tidak ada otoritas pajak yang mampu menghadapi tantangan ekonomi digital seorang diri. Kerja sama dan pertukaran pengalaman di antara kita sangatlah esensial,” tegasnya.
Bimo menegaskan bahwa DJP berkomitmen untuk terus menjaga transparansi, akuntabilitas, dan integritas tata kelola perpajakan guna mempertahankan kepercayaan masyarakat.
“Bagi Direktorat Jenderal Pajak, kami menyadari sepenuhnya bahwa kepercayaan harus diperjuangkan. Wajib pajak memberikan kepercayaannya ketika pajak dipungut secara adil, dikelola secara jujur, transparan, serta akuntabel. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan tetap mendengarkan masukan dari para ulama serta masyarakat luas,” pungkas Bimo.
(Feby Novalius)