Terkait hak partisipasi pemberian Blok Mahakam kepada pemerintah daerah (pemda) setempat, menurut Satya hal tersebut juga harus dipikirkan secara matang.
"Ini bisnis murni dan mengacu ke pemerintah, di mana keterlibatan interest kalau dimiliki asing. Kalau sudah dimiliki oleh BUMN, apakah keterlibatan pemda perlu atau tidak. Itu jadi pertanyaan. Kalau ternyata keterwakilan perusahaan nasional ada di situ, kalau misalnya BUMN sudah kuasai itu, apakah pemda harus dilibatkan?" sebut Satya.
Sebelumnya, Pertamina bakal menggandeng Total E&P Indonesie dalam pengelolaan blok Mahakam. "Mungkin kita akan memperhatikan (menggandeng) Total. Karena mereka yang tahu kondisi sumur yang ada. Supaya (produksi) kesinambungannya tidak terputus," ujar Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.