Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Doddy Zulverdi mengatakan, pelamahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS lantaran bertambahnya sentimen dari global.
"Dari global selain dari faktor risiko seperti kenaikan sukuk bunga, perlambatan ekonomi China, dan juga devaluasi yuan, kondisi ini yang bertambah itu membuat sentimen Rupiah menguat, kenapa menjadi melemah terlalu dalam, karena faktor sentimen yang bertambah," kata Doddy di Gedung Bank Indonesia (BI).
Doddy menyebutkan, dalam pasar valas, demand terus mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan suplai. Sentimen tersebut, kata Doddy yang semakin membuat nilai tukar Rupiah melemah semakin dalam
Kendati demikian, BI mengaku terus melakukan stress test untuk menguji ketahanan bank di dalam negeri. BI juga mengaku selalu ada di pasar dan melakukan intervensi jika diperlukan.
"Stress test ada dong, kisaran (level nilai tukarnya) macam-macam," ungkap Deputi Gubernur BI Ronald Waas, Selasa lalu.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.