Dia menilai, soal tercapai atau tidaknya realisasi megaproyek 35.000 megawatt (mw) tersebut merupakan urusan nomor dua. Pasalnya, yang terpenting adalah mengatur target tinggi itu sendiri lebih dahulu.
"Kalau ada kekhawatiran oknum di pemerintahan yang bermain, kan ada aturannya dan bisa dikontrol," jelas dia.
Bila sekalipun Rizal tidak setuju dengan langkah atau target yang dirancang Presiden Joko Widodo (Jokowi), sebaiknya disampaikan di dalam sidang kabinet atau internal saja bukannya ke publik.
"Nah, hal seperti itu enggak boleh terjadi lagi. Apalagi sesama pengambil kebijakan. Kalau pemimpinnya saja ribut gimana rakyatnya? Jangan marah kalau rakyatnya berantem terus," tukas Suryani.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.