JAKARTA - Dana Moneter Internasional (IMF) dijadwalkan mengumumkan mata uang China, yuan, menjadi bagian dari gabungan mata uang cadangan kelompok pendanaan tersebut.
Saat ini hanya dolar Amerika Serikat (AS), euro Eropa, yen Jepang dan poundsterling Inggris yang menjadi bagian dari kelompok ini. Permulaan bulan ini, Direktur IMF, Christine Lagarde, mendukung dimasukkannya yuan dalam kelompok ini.
Ternyata, masuknya yuan bisa menjadi sumber likuditas baru. Menteri Perdagangan Thomas Lembong mengatakan, yuan bisa menjadi mata uang pilihan selain dolar AS. Terlebih dolar AS kini semakin mahal dan langka.