Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Top Bisnis of The Week: Iuran BPJS Naik hingga Rupiah Perkasa

Yohana Artha Uly , Jurnalis-Senin, 14 Maret 2016 |06:50 WIB
<i>Top Bisnis of The Week</i>: Iuran BPJS Naik hingga Rupiah Perkasa
(Foto: Okezone)
A
A
A

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan memastikan sepanjang 2016 akan fokus dan mengoptimalkan penerimaan pajak dari Wajib Pajak Orang pribadi (WPOP). Fokus tersebut diharapkan sangat memberikan kontribusi maksimal terhadap target penerimaan pajak.

Pengamat Perpajakan Yustinus Prastowo mengatakan, upaya pemerintah yang memfokuskan penerimaan dari WPOP merupakan upaya menutupi potensial lost dari penerapan kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) yang belum juga diterapkan.

Pasalnya, pemerintah bisa mendapatkan penerimaan pajak dalam satu tahun dari penerapan tax amnesty sekira Rp60 triliun hingga Rp75 triliun. Selama ini, kata Yustinus, sulitnya para penyelidik pajak WPOP lantaran para wajib pajak yang memiliki beking yang lebih kuat, sehingga pemungutan pajak tidak berjalan maksimal. Apalagi, tax amnesty belum bisa diterapkan oleh pemerintah.

Oleh karenanya, fokus pemerintah dalam pemungutan pajak bagi WPOP merupakan langkah yang tepat, sekaligus memberikan masukan kepada wajib pajak mengenai manfaat dari pajak pengampunan.

Yustinus mengungkapkan, dalam menyukseskan pemungutan pajak terhadap WPOP di 2016 harus mendapat dukungan politik, serta harus berkoordinasi dengan PPATK dan OJK

Rupiah Perkasa, Apa Kata Jokowi?

Belakangan ini pergerakan nilai tukar rupiah di pasar mata uang cukup cemerlang. Rupiah tercatat menguat ke batas atas Rp13.000-an per USD.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement