"Nah layan ini sedang kita siapkan. Kita sedang dalam tahap kajian karena perlu menyesuaikan dengan undang-undang. Kajian ini akan dilihat nantinya apakah memetingkan atau tidak," ujarnya dalam acara IDX Channel, Jakarta, Jumat (5/8/2016).
Berdasarkan statistik KSEI, 40 persen pemegang saham itu memiliki sekira 7 saham lebih. Bila dalam waktu bersamaan dilakukan RUPS, hal ini akan menyulitkan aktivitas pemegang saham. Karena itu, KSEI menyiapkan layanan E-Voting untuk memperbantukan segala aktivitas pasar modal.
"Di negara-negara lain, layanan E-Voting sudah banyak diterapkan dan berjalan baik. Seperti Thailand, Hong Kong, India, dan lainnya. Untuk itu kita akan buatkan itu," terangnya.
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.