DENPASAR - PT Wijaya Karya atau Wika (Persero) bersama PT Pembangunan Bali Mandiri (PBM) siap membangun bandar udara baru di Desa Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali Utara, untuk menunjang pariwisata di Pulau Dewata itu.
"Kami sangat mendukung program pemerintah berkenaan dengan percepatan pembangunan infrastruktur di Tanah Air, termasuk rencana pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata di Pulau Bali, tepatnya di Desa Kubutambahan, Kabupaten Buleleng," kata Presiden Direktur PT Wika Bintang Perbowo.
Pihaknya mengaku sudah sangat berpengalaman dalam membangun bandar udara secara konsorsium dengan BUMN lainnya maupun dengan perusahaan swasta, seperti yang telah rampung di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Balikpapan di Kalimantan Timur, Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali, dan tempat lainnya.
Konsorsiun Wika-PBM tersebut akan membuka peluang atau kesempatan bagi BUMN, BUMD, Perusda Bali, ataupun perusahaan lainnya untuk bergabung dalam konsorsium pembangunan bandara dengan biaya konstruksi sekitar Rp4,8 triliun yang sudah sangat mendesak diperlukan sebagai sarana pendukung program 20 juta/tahun wisman masuk Indonesia.
Saat ini, pihaknya sedang menunggu penetapan lokasi secara definitif dari Kementerian Perhubungan berupa titik-titik koordinat, batas-batas "runway" dan terminal diatas lahan Desa Kubutan bahan.