Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

TIPS KARIER: Etika Menelefon dengan Klien hingga Bos

Ulfa Arieza , Jurnalis-Sabtu, 03 Juni 2017 |23:13 WIB
TIPS KARIER: Etika Menelefon dengan Klien hingga Bos
Ilustrasi: Shutterstock
A
A
A

Ketika meninggalkan pesan suara untuk seseorang, Anda harus berbicara pelan dan jelas, terutama ketika menyatakan nama dan nomor telefon. Terlalu banyak orang meninggalkan pesan yang sangat panjang dan bertele-tele hanya untuk menyebutkan nama mereka dan nomor pada akhirnya.

Jangan mengulang pesan dan telefon berkali-kali

Jika Anda meninggalkan pesan, tetapi lawan bicara Anda tidak segera merespons karena dia tidak ada saat itu, Anda tidak perlu menelefon lagi dan lagi. Jika masalah mendesak, Anda bisa mencoba menelefon lagi keesokan harinya atau menindaklanjuti dengan e-mail yang menyatakan bahwa Anda juga meninggalkan pesan suara.

Dengarkan pesan suara sebelum menelefon

Dengarkan pesan suara Anda yang telah diterima secara keseluruhan sebelum kembali ke panggilan telefon. Dari situ, mungkin Anda tahu bahwa tidak perlu menelefon kembali atau Anda perlu untuk mengurus sesuatu yang lebih penting. Misalnya, penelefon Anda membutuhkan informasi yang harus Anda siapkan ketika menelefon kembali.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement