Baca juga: Garam Langka, Menteri Rini: Akibat Lahan Terbatas dan Musim Hujan
Terkait mengenai kuota garam yang akan diimpor oleh Indonesia, kata Susi bakal dikeluarkan melalui aturan setingkat eselon I atau aturan Direktur Jenderal. "Hitung-hitungannya harus dirjen dong kalau tidak salah kebutuhan garam konsumsi itu 2,7 juta ton. Kita tidak tahu kapan petani bisa mulai panen. Nanti kita atur," lanjutnya.
Baca juga: Cerita Jokowi, Pemda Curhat soal Mahalnya Garam hingga Tiket Pesawat
Meski ada upaya untuk melakukan impor pada saa ini, Susi menekankan, pihaknya tetap berhadap dapat menjadikan Indonesia sebagai negara swasembada garam. Untuk itu, dia ingin lahan di daerah seperti yang ada di Nusa Tenggara Timur (NTT), dapat digunakan untuk produksi garam.
"Kita ingin nantinya NTT punya lahan 5.000 hektare itu bisa diutilisasi untuk panen,” tukasnya.
(Rizkie Fauzian)