Antisipasi Kelangkaan, Garam Impor 75.000 Ton Segera Guyur Indonesia
Sontak dengan kondisi ini, Ratih mengaku, usahanya yang selama ini dibangun untuk menghidupi keluarganya yang biasa menjual garam halus dan kasar kini, hanya bisa menjual garam kasar saja kepada konsumennya.
“Untuk garam halus sudah tidak ada yang bisa dijual. Dan cuma bisa jual garam kasar yang juga tidak mudah saya dapatkan karena harus mengantri beberapa hari untuk mendapatkannya dari pemasoknya di daerah Makasar,” jelas Ratih.
Lebih lanjut, diakui Ratih, dengan kelangkaan garam saat ini dirinya pun khawatir apabila usahanya bangkrut karena tak bisa mendapatkan pasokan garam untuk dijualnya, dan mesin pengeras garam miliknya yang biasa dipakai setiap hari pun sudah terlantar tidak terpakai.
Baca juga: