Share

Sempat Ramai Soal "Riset Reshuffle", Dirut Bahana Resmi Diganti

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 08 Agustus 2017 21:59 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 08 278 1752237 sempat-ramai-soal-riset-reshuffle-dirut-bahana-resmi-diganti-7yKFOyP7ID.jpg

JAKARTA -Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau yang disingkat dengan BPUI saat ini dipimpin oleh Plt Eko Yuliantoro, yang ditunjuk oleh Dewan Komisaris sebagai Pelaksana Tugas (plt) Dirut BPUI. Eko menggantikan Dwina S Wijaya atas dasar kewenangan yang diberikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BPUI tertanggal 28 Juli 2017.

Baca juga: Riset Singgung Reshuffle Kabinet, Dirut Bahana Bakal Dicopot?

Dwina Septiani Wijaya telah memimpin Bahana grup sejak 2013 yang lalu. Dwina telah mengabdi di grup Bahana sejak 1994, mengawali karir sebagai Portfolio Manager di PT Bahana TCW Investment Management, sebagai salah satu anak usaha BPUI.

Baca juga: BNI Dipanggil Kementrian BUMN Bahas Akuisisi Bahana

''Pergantian Direksi adalah hal yang biasa terjadi di perusahaan baik swasta maupun BUMN, dan keputusan ini adalah ranah pemegang saham dalam hal ini di bawah kewenangan menteri BUMN. Tentunya kami sangat menghormati apapun keputusan pemegang saham,” ujar Corporate Secretary BPUI Fajar Wibhiyadi.

Baca juga: Usai Disehatkan PPA, Ini Dia 2 Opsi untuk BPUI

Eko Yuliantoro bukanlah orang baru di Bahana grup, tak berbeda jauh dengan Dwina. Eko mengawali karier di BPUI sebagai assisten Vice President-Merchant Banking Division sejak 1996. Sejak 2009 sampai dengan 2013 menjabat sebagai president director di BS . Tahun 2013 sampai sekarang, Eko menjabat sebagai Direktur operasional BPUI.

Sebelumnya, beredar kabar Direktur Utama Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) Dwina Septiani Wijaya bakal dicopot. Gara-garanya adalah riset dari Bahana Sekuritas, anak usaha Bahana Group, yang menyinggung perihal reshuffle kabinet. Walau begitu, sampai saat ini belum ada pergantian di BUMN tersebut.

"Yang bisa kami klarifikasi adalah, kami belum tahu soal pergantian direksi di Bahana secara holding, maupun di Bahana Sekuritas," kata Senior Manager Corporate Communication Bahana Group I Gede Suhendra kepada Okezone.

Pada intinya, riset yang menjadi titik permasalahan itu menyebutkan Menteri BUMN Rini M Soemarno yang kemungkinan akan menggantikan posisi Teten Masduki sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

Selanjutkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang kemungkinan akan menggantikan Darmin Nasution sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian

Lalu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan kemungkinan juga dapat menggantikan Darmin, atau kembali lagi ke posisinya semula sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan yang saat ini diduduki oleh Wiranto

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan diperkirakan akan menjadi Menteri BUMN menggantikan posisi Rini M. Soemarno, dan Archandra Tahar yang selama ini menjadi wakil menteri akan naik menggantikan posisi Jonan.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dapat digantikan oleh Yahya Cholil Stafuq Sekretaris Jenderal Dewan Tertinggi kelompok islam terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama (NU).

Dalam risetnya tersebut, Bahana memperkirakan pasar akan berjalan netral cenderung positif meski tak terlalu signifikan.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini