Lantas seperti apa kelanjutan pengembangan Blok East Natuna, tanpa keterlibatan ExxonMobil. Seperti apa upaya Pertamina sebagai pemegang hak partisipasi sekarang?
Baca juga: Exxon Mundur dari Blok East Natuna, Menko Luhut: Nanti Saya Cek!
Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam menegaskan, Pertamina tidak bisa sendiri untuk mengembangkan pengelolaan Blok East Natuna. Pasalnya, untuk memisahkan gas karbondioksida (CO2) menjadi gas membutuhkan biaya yang sangat besar.
Dia mengatakan, memang ada rencana untuk melakukan pemboran untuk injeksi oksigen (O2) di Blok East Natuna. Namun jika dihitung biayanya, bisa dibayangkan untuk mendapatkan 1 miliar kaki kubik (billion cubic feet/BCF), produksi yang harus dilakukan terhadap 4 bcf.
"4 bcf itu angka yang sangat luar biasa. Kalau lebih dari separuhnya kebayang enggak? Jadi Pertamina enggak mungkin sendirian," ujarnya di Ruang Sarulla, Gedung Sekjen ESDM, Jakarta, Selasa (8/8/2017).