Baca juga: Keluar dari Blok East Natuna, Arcandra: ExxonMobil Masih Mau Bantu Pertamina
Menurut dia, sebenarnya Blok East Natuna bukanlah lapangan gas, namun lapangan CO2 yang ada gasnya. Oleh karena itu jika ingin memproduksi gasnya maka tiga perempat CO2 harus dihilangkan.
Namun, jika dihitung-hitung biaya teknologi dengan biaya jual gas nanti, maka proyeksinya harga gas dari Blok East Natuna mahal alias tidak ekonomis.
"Jadi kita enggak bisa masuk dengan market sekarang. Karena teknologinya untuk treat CO2-nya mau dikemanakan," tukasnya.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.