Image

Jaga Laut Natuna dari Maling, Menko Luhut Usul Pakai Satelit hingga Pesawat

Trio Hamdani, Jurnalis · Rabu 13 September 2017, 17:19 WIB
https img k okeinfo net content 2017 09 13 320 1775194 jaga laut natuna dari maling menko luhut usul pakai satelit hingga pesawat RkiNWpqOEI jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kekayaan laut Indonesia kerap kali menjadi objek pencurian ikan atau illegal fishing. Menjadi pekerjaan yang tidak mudah untuk menjaga perairan Indonesia yang sangat luas. Oleh karenanya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan terus mencari cara menjaga laut Nusantara.

Namun, yang kini menjadi salah satu fokus utamanya adalah wilayah perairan di Natuna, Kepulauan Riau, Sumatera. "Sekarang kita lagi lihat gimana kita amankan Natuna," jelas Luhut di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (13/9/2017).

Baca Juga: Di Depan Ratusan Mahasiswa, Menteri Susi Pamer Keberhasilan Stop Illegal Fishing

Menurut Luhut, Laut Natuna amat penting untuk dijaga dari hal-hal yang dapat mengancamnya, baik dari sisi ekosistem biota lautnya maupun ancaman kapal ilegal yang masuk ke perairan Indonesia.

"Laut Natuna ini penting dari aspek ikan maupun pertahanan karena itu kami usulkan penggunaan satelit drone, pesawat terbang, satu terintegrasi. Kalau ini jalan menunjukkan bahwa kita negara kepulauan bisa kita kendalikan sebagai negara maritim terbesar di dunia," paparnya.

Baca Juga: Perayaan 17 Agustus, Menteri Susi Kembali Tenggelamkan Kapal?

Dengan peralatan yang mumpuni itu, Luhut menjelaskan bahwa Indonesia akan bisa mengetahui ketika ada kapal asing yang masuk perairan Indonesia. Tak hanya kapal di permukaan yang dapat dideteksi, kapal selam sekalipun tak luput dari pantauan.

"Lalu lalang kapal selam nuklir dari negara tertentu pasti bisa kami monitor karena kami bersama BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) mengembangkan satu sensor yang bisa kita tanam dengan cost tak terlalu mahal di Selat Sunda," tandasnya.

Baca Juga: Menteri Susi: Dimusnahkan Itu Ditenggelamkan, Bukan untuk Dilelang!

Luhut menambahkan, jika alat sensor yang ditanamkan di laut Selat Sunda nantinya sukses dalam hal menjaga kedaulatan Indonesia dari kapal asing tak berizin maka, sensor itu akan ditambah di wilayah lain. "Kalau sukses kita copy bikin tempat lain," tandasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini