Baca Juga: Perayaan 17 Agustus, Menteri Susi Kembali Tenggelamkan Kapal?
Dengan peralatan yang mumpuni itu, Luhut menjelaskan bahwa Indonesia akan bisa mengetahui ketika ada kapal asing yang masuk perairan Indonesia. Tak hanya kapal di permukaan yang dapat dideteksi, kapal selam sekalipun tak luput dari pantauan.
"Lalu lalang kapal selam nuklir dari negara tertentu pasti bisa kami monitor karena kami bersama BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) mengembangkan satu sensor yang bisa kita tanam dengan cost tak terlalu mahal di Selat Sunda," tandasnya.
Baca Juga: Menteri Susi: Dimusnahkan Itu Ditenggelamkan, Bukan untuk Dilelang!
Luhut menambahkan, jika alat sensor yang ditanamkan di laut Selat Sunda nantinya sukses dalam hal menjaga kedaulatan Indonesia dari kapal asing tak berizin maka, sensor itu akan ditambah di wilayah lain. "Kalau sukses kita copy bikin tempat lain," tandasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)