nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi: Kades Pusing Bikin Laporan Dana Desa!

Dedy Afrianto, Jurnalis · Kamis 14 September 2017 12:59 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 14 320 1775762 jokowi-kades-pusing-bikin-laporan-dana-desa-yKkbo7SJaE.jpg

JAKARTA - Pemerintah telah mengucurkan dana desa yang jumlahnya selalu meningkat setiap tahunnya. Pada saat awal diluncurkan, dana desa hanya dialokasikan sebesar Rp20 triliun. Dana desa ini ditingkatkan hingga menjadi Rp47 triliun dan kembali meningkat pada tahun ini sebesar Rp60 triliun.

Dana desa ini diharapkan dapat digunakan untuk pembangunan desa. Akan tetapi, menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kepala Desa justru mengalami kendala dalam penyusunan laporan terkait penggunaan dana desa ini.

Baca juga: Perbaiki Skema Dana Desa, Sri Mulyani Akan Perhitungkan Sisi Luas Laut

"Dana Desa, tanya Kepala Desa, pusing semua bukan ngerjain membuat irigasi atau embung. Pusingnya tidak ngerjain itunya, (tapi) ngerjain laporannya," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (14/9/2017).

Jokowi pun sempat bertanya ke Kepala Daerah terkait ruwetnya surat pertanggungjawaban penggunaan dana ini. Untuk itu, Jokowi meminta agar proses pelaporan pertanggungjawaban ini disederhanakan.

Baca juga: Kemiskinan Masih Jadi PR, Menko Darmin Sebut Bantuan Sosial Belum Efektif

"Coba Bupati, Walikota, Gubernur, tanyakan, pada pusing enggak. Diam semuanya. Benar enggak? Ini betul, kalau sering turun ke bawah, ke Kepala Dinas, pusingnya di laporan-laporan," ujarnya.

Jokowi juga kembali meminta agar sistem laporan keuangan ini terus disederhanakan. Permintaan ini secara khusus ditujukan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Baca juga: Alhamdulillah! Menteri Bambang: Pola Indonesia Kurangi Kemiskinan Sudah Baik

"Saya sampaikan ke Menteri Keuangan, buat prosedur laporan yang simpel, sederhana. Sudah berkali-kali saya sampaikan," ujarnya.

Jokowi meminta agar setiap instansi pemerintah nantinya dapat menyederhanakan laporan keuangan hingga ke tingkat daerah.

Jokowi mencontohkan pada perubahan yang telah dilakukan di Jakarta, yaitu dengan menggunakan layanan non cash transaction sebagai upaya menghadapi perubahan global.

"Itu sangat membantu sekarang ini," tegasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini