Image

Disindir Presiden, Sri Mulyani: Penyederhanaan SPJ Belum Sentuh APBD

Dedy Afrianto, Jurnalis · Kamis 14 September 2017, 14:46 WIB
https img o okeinfo net content 2017 09 14 20 1775846 disindir presiden sri mulyani penyederhanaan spj belum sentuh apbd C4Z3iyKGJk jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyinggung tentang banyaknya surat pertanggungjawaban (SPJ) yang membebani pemerintah daerah. Hal ini disampaikan langsung oleh Jokowi dihadapan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Jokowi pun meminta kepada Sri Mulyani untuk kembali menyederhanakan SPJ. Sebab, masih terdapat lebih dari 100 laporan yang harus diselesaikan hingga ke tingkat pemerintah daerah.

Saat ini upaya penyederhanaan memang telah dilakukan oleh pemerintah pusat. Hanya saja, upaya penyederhanaan ini masih belum dapat menyentuh pemerintah daerah dalam kaitannya dengan penggunaan APBD.

"Dari evaluasi yang dilakukan, penerapan simplifikasi belum sepenuhnya menyentuh SPJ khususnya kegiatan yg didanai APBD," kata Sri Mulyani di Istana Negara, Jakarta, Kamis (14/9/2017).

Sri Mulyani pun akan membantu pemerintah daerah dalam mengatasi masalah banyaknya SPJ yang harus diselesaikan. Dengan begitu, diharapkan penyerapan anggaran dapat lebih maksimal karena pemerintah daerah tak lagi hanya fokus pada pembuatan SPJ.

Penyerapan anggaran memang menjadi indikator dalam efisensi penggunaan anggaran. Sri Mulyani mencatat, dalam lima terakhir penyerapan anggaran belanja pemerintah pusat adalah 90,3%. Sementara itu, penyerapan belanja pegawai mencapai 93,4%, belanja barang 90%, dan belanja modal 84,8% persen.

Selain itu, untuk dana transfer daerah, dana alokasi umum, dana insentif daerah , dan dana otonomi khusus telah mencapai 100%. Hanya saja, penyerapan dana bagi hasil hanya mencapai 86,2%, dan Dana Alokasi Khusus sebesar 92,7%. Selanjutnya, penyerapan dana desa untuk 3 tahun terakhir dimulai telah mencapai 99,7%.

Tingginya penyerapan anggaran ini perlu diiringi dengan mekanisme pelaporan keuangan yang efisen. Untuk itu, Sri Mulyani akan terus melakukan perbaikan terhadap laporan keuangan sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini