nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gratis, Biaya Isi Uang Elektronik Jika Kurang dari Rp200.000 di Bank Penerbit

ant, Jurnalis · Kamis 21 September 2017 10:37 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 21 320 1780220 gratis-isi-uang-elektronik-jika-kurang-dari-rp200-000-di-bank-penerbit-mAsu7oz1N0.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia resmi menetapkan tarif maksimum pengisian saldo uang elektronik dengan cara "off us" atau lintas kanal pembayaran sebesar Rp1.500, sedangkan cara "on us" atau satu kanal, diatur dengan dua ketentuan yakni gratis dan bertarif maksimum Rp750.

Ketentuan biaya isi saldo uang elektronik itu tercantum dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur No.19/10/PADG/2017 tanggal 20 September 2017 tentang Gerbang Pembayaran Nasional/National Payment Gateway (PADG GPN).

 Baca juga: Tarif Isi Uang Elektronik Maksimal Rp1.500, Ini Aturannya BI!

Dalam peraturan tersebut, mengutip laman BI, Jakarta, Kamis (21/7/2017), untuk "on us" terdapat ketentuan isi ulang uang elektronik bisa gratis dan bisa berbiaya. Sebelum PADG BI ini, dalam transaksi "on us" yang selama ini dilakukan tidak ada pengenaan biaya.

Melalui peraturan baru ini, BI mengatur untuk "on us" yang gratis, adalah jika nominal isi saldonya sampai dengan Rp200.000. Sedangkan, jika isi saldo di atas Rp200.000, BI memperbolehkan bank mengenakan biaya maksimum Rp750.

 Baca juga: Biaya Isi Ulang Uang Elektronik di Bawah Rp3.000?

Seperti diketahui, cara "on-us" merupakan jenis transaksi yang menggunakan sarana dan prasarana bank penerbit uang elektronik tersebut. Misalkan, pengguna uang elektronik Bank Mandiri mengisi saldo di ATM ataupun kantor cabang Bank Mandiri.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman menuturkan, BI menetapkan kebijakan skema harga berdasarkan mekanisme batas atas, atau maksimum, untuk memastikan perlindungan konsumen dan pemenuhan terhadap prinsip-prinsip kompetisi yang sehat, perluasan akseptasi, efisiensi, layanan, dan inovasi.

Baca juga: Investasi Uang Elektronik Besar, Bos BCA: Tiap Tahun Rugi

Selain itu, pertimbangan BI adalah data rata-rata nilai pengisian ulang uang elektronik dari 96% pengguna uang elektronik di Indonesia yang tidak lebih dari Rp200.000.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini