Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dorong Sosialisasi E-Money Lebih Agresif, OJK: Jangan Sampai Konsumen Kesulitan Dapat Kartu

Antara , Jurnalis-Jum'at, 06 Oktober 2017 |21:10 WIB
Dorong Sosialisasi <i>E-Money</i> Lebih Agresif, OJK: Jangan Sampai Konsumen Kesulitan Dapat Kartu
Ilustrasi: Okezone
A
A
A

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong sosialisasi terkait isi ulang (top-up) e-money yang lebih agresif sehingga masyarakat pengguna e-money, terutama pengguna jalan tol yang pada akhir Oktober 2017 harus menggunakan e-money, dapat lebih cepat mengerti.

"Kami akan dorong sosialisasi mengenai top up e-money. Ini harus jelas sesuai dengan azas transparansi di dalam perlindungan konsumen. Jadi, sosialisasi top up ini harus lebih agresif dan masif lagi. Perbankan juga harus menjelaskan tentang risiko, tentang biaya kalau ada, harus dijelaskan secara transparan," kata Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara usai rapat koordinasi Elektronifikasi Jalan Tol di Jakarta, Jumat (6/10/2017).

Selain soal sosialisasi, lanjut Tirta, OJK juga mendorong bank-bank yang saat ini menyediakan e-money untuk jalan tol yaitu empat Bank BUMN antara lain Bank Mandiri, BNI, BTN, dan, BRI, serta Bank BCA untuk memastikan bahwa jumlah kartu e-money yang disediakan bank-bank tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumen jalan tol yang semakin meningkat.

Baca juga: Wih! BI Sudah Bekukan 10 Penerbit Uang Elektronik

"Jangan sampai konsumen nanti yang ingin lewat, kesulitan mendapatkan kartu yang diharuskan untuk masuk jalan tol," ujar Tirta.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement