Image

Datangi Komisi VIII, Korban First Travel Berharap Dapat Keadilan

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 12 Oktober 2017, 14:54 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 12 320 1794040 datangi-komisi-viii-korban-first-travel-berharap-dapat-keadilan-hwCzdMuypU.jpg Foto: Giri Hartomo/Okezone

JAKARTA - Para jamaah yang menjadi korban penipuan PT First Travel hari ini kembali mendatangi Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI). Hal tersebut bertujuan untuk kembali mengadu sekaligus menyampaikan aspirasinya kepada para anggota komisi VIII DPR RI.

Kuasa hukum korban penipuan First Travel Rizki Rahmadiansyah mengatakan dengan mengadu ke komisi VIII DPR RI, diharapkan para wakil rakyat bisa membantu para korban memperoleh keadilan. Karena menurutnya selama ini, para jamaah belum juga mendapatkan keadilan yang setimpal.

"Kami minta komisi VIII membantu kami mendapat keadilan. Mengumpulkan stakeholder terkait dan menyampaikan keinginan kami," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Baca juga: Kembali Datang ke DPR, Korban First Travel Curhat Ditelantarkan Kemenag

Selain itu lanjut Rizki dirinya juga berharap para anggota komisi VIII DPR RI bisa memberikan solusi yang baik. Sehingga kasus seperti ini tidak terjadi berlarut-larut.

Karena lanjut Rizki, pihaknya sama sekali tidak mendapatkan solusi ketika beberapa kali bertemu dengan perwakilan pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama. Karena jawaban yang didapat selalu mengecewakan.

"Kita ketemu Kemenag, selalu bilang yang mereka awasi hanya rencana perjalanan nya. Entah apa itu maksud pengawasan rencana perjalanan. Di sini saya mau bilang kalau yang diawasi hanya rencana berarti masih awang-awang," jelasnya.

Baca juga: DPR Undang Korban First Travel, Apa yang Dibahas?

Bahkan, pihak Kemenag justru terkesan menyalahkan jamaah karena memilih biro perjalanan umrah murah. Padahal, di situlah peran pemerintah terkait pemberian izin biro perjalanan umrah.

"Sudah terjadi malah salah-salahan. Kita tidak bisa terima ucapan kenapa mau jamaah bayar murah. Kenapa mau? Lah, pemerintah kenapa memperbolehkan travel itu buka biro perjalanan," ucapnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini