Image

Kabar Gembira! 50.000 Tenaga Kerja Konstruksi Akan Disertifikasi hingga 2018

Trio Hamdani, Jurnalis · Kamis 19 Oktober 2017, 13:26 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 19 320 1798458 kabar-gembira-50-000-tenaga-kerja-konstruksi-akan-disertifikasi-hingga-2018-l7MfAfFd5q.jpg Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Trio Hamdani/Okezone)

JAKARTA - Pemerintah terus mendorong sertifikasi terhadap pekerja jasa konstruksi di Indonesia agar pembangunan infrastruktur juga semakin baik kualitasnya dan mampu bersaing dengan negara lain.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa tahun ini akan menargetkan ada 30.000 tenaga kerja konstruksi yang mengikuti sertifikasi.

 Baca juga: Sertifikasi 9.700 Pekerja Konstruksi, Jokowi: Kita Bisa Kejar Ketertinggalan Infrastruktur

"Tahun ini baru sekitar 30.000 (targetnya). Dari keseluruhan baru yang sudah tercapai sekitar 20.000-an," kata Basuki seusai mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan percepatan sertifikasi tenaga kerja konstruksi di Stadion Glora Bung Karno (GBK), Jakarta, Kamis (19/10/2017).

Pada sertifikasi kali ini, yang baru saja diresmikan oleh Jokowi diikuti oleh 9.700 tenaga kerja konstruksi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. "Total kalau di Indonesia 9.700 di 34 provinsi di beberapa wilayah," paparnya lebih lanjut.

 Baca juga: Wih, Menteri PUPR Targetkan 500.000 Pekerja Konstruksi Bersertifikat hingga Akhir Tahun

Pada proses sertifikasi ini pun menurut Basuki akan mengajak pihak di luar pemerintah sehingga tidak terlalu membebani APBN. Apalagi jumlah tenaga kerja konstruksi di Indonesia masih sangat banyak yang belum mendapatkan sertifikat.

"Iya menurut beliau tenaga kerja Indonesia itu ada 7 juta lebih dan yang bersertifikati baru sekitar 600.000-an. Makanya kita pakai model-model terobosan tidak hanya dengan APBN tapi juga bekerja sama dengan biro jasa yang punya tenaga kerja," lanjutnya.

Baca juga:  3.255 Tukang Bangunan hingga Mandor Dapat Sertifikat, Bakal Raih Bayaran Lebih Besar!

Dia menambahkan, hingga 2018 ditargetkan bahwa tenaga kerja konstruksi yang mengikuti sertifikasi totalnya sudah mencapai 50.000. Artinya pada 2017 ditargetkan 30.000 dan tahun depan 20.000.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini