Image

Produksi Garam Industri, BPPT-PT Garam Kerjasama Bangun Pabrik di Kupang

ant, Jurnalis · Senin 20 November 2017, 17:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 20 320 1817301 produksi-garam-industri-bppt-pt-garam-kerjasama-bangun-pabrik-di-kupang-NA8GmR1eo8.jpg Ilustrasi: Antara

JAKARTA - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan PT Garam bekerja sama membangun pabrik untuk memproduksi garam industri di kawasan lahan pergaraman terintegrasi di Bipoli, Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi Enyati Listiani mengatakan saat Indonesia masih mengimpor garam industri, untuk itu dibangunnya pabrik garam industri tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan garam industri Indonesia.

"Konsep pembangunan proyek percontohan tersebut untuk mengelola sumber daya air laut secara terintegrasi dan satu kawasan, sehingga nantinya dapat diperoleh berbagai komoditas produk antara lain garam industri, trace mineral, produk budi daya perikanan dan artemia," kata dia di BPPT, Jakarta, Senin (20/11/2017).

Jika proyek ini berhasil maka diharapkan dapat diterapkan pada sentra penggaraman lainnya sehingga industri garam nasional mampu meningkatkan nilai tambahnya secara keseluruhan dan sekaligus membuktikan bahwa garam kualitas industri dapat diproduksi di dalam negeri.

Baca juga: Manfaatkan 225 Ha Lahan Terlantar, Ternyata Bisa Tekan Impor Garam

Kesepakatan bersama antara BPPT dengan PT Garam ini dimaksudkan sebagai payung hukum untuk kerja sama dalam pengembangan lahan penggaraman terintegrasi di kawasan lahan penggaraman di Kupang Nusa Tenggara.

Kegiatan ini dimulai pada akhir 2017, dan tahun 2018 akan dibangun proyek percontohan pabrik refinery garam untuk menghasilkan garam kualitas industri yang akan dikerjakan bersama-sama antara BBPT dan PT Garam.

Dipilihnya NTT menjadi pilot project karena daerah tersebut berpotensi untuk dikembangkan menjadi kawasan lahan pergaraman modern antara lain di Teluk Kupang, Sabu Raijua, Negekeo, Ende dan Waingapu.

BPPT memperkirakan NTT memiliki lahan potensial sebesar 15 ribu hektare, dengan pembangunan lahan pergaraman secara modern maka potensi produksi garam industri dari provinsi itu diperkirakan mencapai 1,5 juta ton per tahun. Saat ini Indonesia masih harus mengimpor garam industri terutama dari Australia sebanyak 1,8 ton per tahun.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini