Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Butuh 10 Bulan untuk IHSG Bisa Pecahkan Rekor ke Level 6.000 di 2017

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Selasa, 12 Desember 2017 |08:59 WIB
Butuh 10 Bulan untuk IHSG Bisa Pecahkan Rekor ke Level 6.000 di 2017
Ilustrasi IHSG. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

Akan tetapi, yang menjadi highlight pada kuartal III adalah Kenaikan IHSG yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kenaikan bursa-bursa utama dunia seperti indeks Hang Seng Hong Kong yang meningkat 1,02%, Dow Jones Industrial Average sebesar 1%, Sensex 30 India 0,91%, Straight Times Singapura 0,50%, SET Thailand 0,48%, Shanghai Tiongkok 0,47%, dan Bursa Malaysia 0,45%.

Beberapa indeks utama dunia justru mengalami pelemahan di sepanjang pekan ini seperti indeks Australia -0,28%, Nikkei 225 Jepang -0,70%, Inggris Raya -0,82%, dan indeks KOSPI Korea Selatan -2%.

Selain itu, pada 25 Agustus BEI kembali menorehkan rekor pencapaian positif di sepanjang 25 tahun perjalanannya sejak pertama kali swastanisasi dilakukan. Pada periode 21-25 Agustus 2017, IHSG dan nilai kapitalisasi pasar dua kali menembus rekor tertingginya.

Seiring dengan penguatan IHSG dan kapitalisasi pasar, rata-rata frekuensi transaksi harian, volume transaksi harian dan nilai transaksi harian juga menguat. Rata-rata frekuensi transaksi harian sepekan terakhir mampu mencatatkan kenaikan 12,22% menjadi 326,11 ribu kali transaksi dari 290,59 ribu kali transaksi.

Rata-rata volume transaksi harian meningkat 28,25% menjadi 9,76 miliar unit saham dari 7,61 miliar unit saham minggu lalu. Rata-rata nilai transaksi harian, yang pekan sebelumnya Rp5,84 triliun, pada pekan ini meningkat 10,10% menjadi Rp6,43 triliun.

Investor asing pun mencatatkan jual bersih di sepanjang pekan ini dengan nilai Rp1,68 triliun. Sepanjang tahun ini, investor asing masih membukukan beli bersih Rp1,96 triliun.

Kuartal IV

Akhirnya, pada 25 Oktober 2017 pasar saham Indonesia menembus rekor 6.000 untuk pertama kalinya. IHSG mampu ditutup menembus 6.025. Stabilnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat sebesar Rp13.570 per USD, serta terjaganya laju inflasi domestik di bawah 4% per September 2017 berkontribusi terhadap meningkatnya kepercayaan investor domestik terhadap perekonomian, khususnya Pasar Modal Indonesia.

Selain itu, positifnya kinerja Perusahaan Tercatat di kuartal ketiga turut menjadi salah satu faktor penguatan IHSG hingga menembus 6.000 poin. Dengan demikian, jika dibandingkan dengan Pasar Modal negara lain, IHSG telah mencatatkan kinerja terbaik dalam 10 tahun terakhir.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement