nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani Orasi Ilmiah Bicara Kekuatan Ekonomi RI di Universitas Brawijaya

Anisa Anindita, Jurnalis · Jum'at 05 Januari 2018 14:58 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 05 20 1840596 sri-mulyani-orasi-ilmiah-bicara-kekuatan-ekonomi-ri-di-universitas-brawijaya-E6QZzSbfnb.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menjaga momentum perbaikan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan secara merata dan berkeadilan dinilai penting. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani saat memberikan orasi ilmiah di Universitas Brawijaya,Malang, Jawa Timur.

Sebelumnya, Sri Mulyani memulai orasi ilmiah dengan menjelaskan sejarah perkembangan ekonomi Indonesia sejak tahun 1945, di mana saat krisis ekonomi Asia yang berimbas pada ekonomi domestik hingga era reformasi ekonomi di Tanah Air.

“Saat ini di antara negara anggota G20, pertumbuhan ekonomi Indonesia menempati peringkat ketiga setelah Tiongkok dan India, peningkatan peringkat kemudahan berusaha ke posisi 72, dan peningkatan daya saing yang naik ke posisi 36,” ungkapnya, dikutip dari akun Twitter @KemenkeuRI, Jumat (5/1/2018).

Baca Juga: JK Tak Khawatir Ada Kerusuhan di Tahun Politik, Ekonomi Diproyeksi Stabil

Selain itu, lanjut Sri, Indonesia mendapatkan Investment Grade dari S&P, Fitch, Moody’s, R&I, dan JCRA. Hal itu mempertegas bahwa perekonomian dan kebijakan Indonesia berada pada jalur yang baik sehingga kemampuan Indonesia dalam meningkatkan investasi dan creditworthiness dipandang meningkat.

“Untuk menjaga kepercayaan dan stabilitas ekonomi, peranan APBN sangat penting. UU Keuangan Negara Nomor 17 Tahun 2003 memberikan rambu-rambu yang baik untuk menjaga pengelolaan APBN dilakukan secara prudent dan tetap menjaga momentum pertumbuhan,” tambahnya.

Tidak hanya itu, capaian positif ekonomi Indonesia pada tahun 2017 tidak terlepas dari kinerja APBN yang didukung dengan perbaikan cara kerja, pulihnya kinerja ekspo-impor, membaiknya daya beli dan harga komoditas internasional, serta efektifnya program Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk menertibkan importir dan cukai berisiko tinggi.

Baca Juga: Ekonomi Tak Capai Target, JK: Jangan Kambinghitamkan Komoditas Lagi

Sementara itu, mengenai kebijakan fiskal 2018 diarahkan pada tiga strategi utama, antara lain optimalisasi pendapatan, perbaikan kualitas belanja, dan pengelolaan pembiayaan yang hati-hati dan berkesinambungan.

“Saya ingin mengajak kita semua optimis dan percaya diri membangun ekonomi dan kesejahteraan rakyat saat ini dan masa datang. APBN merupakan alat untuk memperkuat pertalian sosial antar rakyat Indonesia,” tegasnya.

Baca Juga: Kondisi Perekonomian Sehat, JK Heran Pertumbuhan Tak Secepat yang Diharapkan

Di samping itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga menaruh harapan dari seluruh civitas akademika Universitas Brawijaya, Malang untuk mengawal dan mewujudkan cita-cita kemerdekaan, yakni dengan menciptakan masyarakat yang adil dan makmur, melalui fungsi pendidikan hard skill dan menanamkan sofa skill sumber daya manusia yang memiliki integritas, berkarakter, serta bersinergi baik.

“Saya berpesan agar Universitas Brawijaya menjadi salah satu aset kebanggaan Republik Indonesia. Selamat Dies Natalis ke-55. Selamat berpartisipasi membangun sumber daya alam Indonesia, dan menjaga momentum pembangunan ekonomi Indonesia,” pungkas Sri.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini