Penghentian Penenggelaman Kapal Picu Mafia Perikanan, Ini Kata Pengusaha

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 10 Januari 2018 18:16 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 10 320 1843055 penghentian-penenggelaman-kapal-picu-mafia-perikanan-ini-kata-pengusaha-UnUSBL7rLK.jpg Wakil Ketua Umum Kadin Yugi Prayanto. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta Menteri Kelautan dan aperikanan (KKP) Susi Pudjiastuti menghentikan pembakaran kapal asing pencuri ikan. Hal tersebut ternyata menimbulkan banyak perdebatan di masyarakat.

Tidak sedikit yang mendukung Menteri KKP Susi Pudjiastuti untuk terus melanjutkan penenggelaman kapal asing pencuri ikan. Pasalnya jika kebijakan tersebut berhenti, maka sangat berpotensi memunculkan mafia-mafia perikanan kembali di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto mengatakan, meski penenggelaman kapal dilanjutkan mafia perikanan tentu masih berkeliaran. Pasalnya, penenggelaman kapal bertujuan hanya memberikan shock terapy bukanya menghapuskan.

Baca juga: Menteri Susi Kerap Tenggelamkan Kapal, Bupati Morotai: Nelayan Semakin Mudah Tangkap Ikan

"Kalau saya melihatnya, dengan shock terapy. Saya setuju dengan adanya 300 lebih yang ditenggelamkan sudah bagus," ujarnya saat ditemui di Menara BTPN, Jakarta, Rabu (10/1/2018).

Selain itu, dibutuhkan pengawasan yang lebih ketat untuk mengawasi para mafia agar tidak berkeliaran. Pemerintah bisa mengerahkan Satuan Tugas ilegal fishing untuk mengusut sekaligus menjaga wilayah kedaulatan negara Indonesia.

Dia juga meminta pemerintah bekerja sama dengan Polisi Air (polair) maupun Tentara Nasional Indonesia (TNI), guna mencegah mafia-mafia yang berkeliaran. Sehingga Menteri Susi memiliki ppis pencegahan mafia dengan tidak lagi mengandalkan penenggelaman kapal.

Baca juga: Menteri Susi Berlari-lari Kecil Hindari Pertanyaan soal Pelarangan Penenggelaman Kapal

"Ya pengawasan dong, dari TNI dan segala macam. Kita selalu bilang ini itu dicuri tapi kita selalu ga mau mengawal itu. Karena anggaran angkatan laut juga terbatas jadi harus efisien," jelasnya.

Disisi lain, seluruh pihak harus positif thinking meskipun sudah dihentikan penenggelaman tidak akan ada lagi mafia-mafia perikanan. Karena dengan keyakinan semua hal akan bisa teratasi. "Harus optimis dong dan mesti yakinlah," jelasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini