Mau Sampai Kapan Menteri Susi Tenggelamkan Kapal?

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 10 Januari 2018 18:42 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 10 320 1843073 mau-sampai-kapan-menteri-susi-tenggelamkan-kapal-GjflJPw3Rn.jpg Wakil Ketua Umum Kadin Yugi Prayanto. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Statment Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan untuk menghentikan penenggelaman kapal asing pencuri ikan mendapat tanggapan dari berbagai pihak. Tak terkecuali dari para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan, Yugi Prayanto, mengatakan penenggelaman kapal yang dilakukan oleh Menteri Susi Pudjiastuti dinilainya cukup bagus bagi kedaulatan negara. Apalagi, penenggelaman kapal bisa memberikan efek jera kepada pihak asing yang berani mencuri ikan di Indonesia.

"Saya setuju dengan adanya 300 lebih yang ditenggelamkan sudah bagus. Tapi mau sampai berapa? 500? ," ujarnya saat ditemui di Menara BTPN, Jakarta, Rabu (10/1/2018).


Baca Juga: Penghentian Penenggelaman Kapal Picu Mafia Perikanan, Ini Kata Pengusaha

Menuru Yugi, ada baiknya kapal-kapal asing pencuro ikan tersebut bisa dioptimalkan, dengan cara diberikan kepada nelayan melalui Koperasi Nelayan di masing-masing daerah. "Jadi kalau dikasih keuangan lain kenapa enggak. Enggak usah jadi polemik. Sekarang sudah itu ditenggelamkan, potensi income dari situ sudah hilang," jelasnya.

Menurut Yugi, dengan diberikannya kapal pencuri ikan tersebut kepada nelayan maka potensi produksi ekspor ikan bisa meningkat. Dengan produksi yang meningkat, maka pendapatan negara melalui pajak juga akan meningkat.

"Terus di satu sisi, gaji kita dipotong buat bayar pajak, terus APBN Rp9 triliun dikasih ke Susi. Susi bangun lagi kapal, dikasih lagi ke nelayan. Pakai logika aja gitu. Duit kenapa dua kali keluar. Buang-buang duit saja," jelasnya.

Baca juga: Menteri Susi Kerap Tenggelamkan Kapal, Bupati Morotai: Nelayan Semakin Mudah Tangkap Ikan

Menurutnya, jika penenggelaman kapal terus dilakukan, maka anggaran yang dibutuhkan sangatlah besar. Ada baiknya anggaran tersebut diberikan kepada nelayan untuk program yang lebih bermanfaat seperti budidaya ikan.

"Anggarannya itu besar, mending dikasih nelayan buat budidaya kerja. Tapi karena dia lebih populer di media dan dimana-mana jadi kita kaya kalah terus. Jadi susah, padahal kita enggak ada kepentingan politik, enggak ngejar gelar, reputasi, dan lainnya apa untungnya?" katanya

"Kita bicara realistis, tapi Susi media darling masyarakat. Tapi dia bukan orang perikanan," tukas dia.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini