Pengusaha Sebut Penenggelaman Kapal Asing Pencuri Ikan Dilematis

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 10 Januari 2018 18:45 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 10 320 1843075 pengusaha-sebut-penenggelaman-kapal-asing-pencuri-ikan-dilematis-syaO9B2vYT.jpg Menteri KKP Susi Pudjiastuti. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto mengatakan,m penenggelaman kapal asing pencuri ikan di wilayah perairan Indonesia menimbulkan polemik tersendiri. Pasalnya jika beberapa pihak menolak, maka seringkali dianggap tidak nasionalis.

Selain itu, jika tidak mendukung maka dicap tidak pro kepada nelayan. Namun disisi lain, industri juga membutuhkan pasokan ikan untuk diekspor keluar negeri guna meningkatkan pendapatan negara.

"Ada laporan dari Ambon, katanya nelayan tidak perlu melaut karena ikan sudah ada. Tapi di sisi lain industri kekurangan pasokan ikan karena armada kapalnya kurang. Jadi kenapa kapal tidak diptimalkan," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Rabu (10/1/2018).

Menurut Yugi, ada baiknya kapal-kapal asing pencuri ikan tersebut bisa dioptimalkan, dengan cara diberikan kepada nelayan melalui Koperasi Nelayan di masing-masing daerah.

Baca Juga: Mau Sampai Kapan Menteri Susi Tenggelamkan Kapal?

Sebagai pengusaha, lanjut Yugi, dirinya menilai pembiayaan pembiayaan kapal akan sia-sia jika kapal hanya berakhir sebagai abu. Sehingga ada baiknya dimanfaatkan untuk yang lebih bermanfaat. "Sekarang sudah itu ditenggelamkan, potensi income dari situ sudah hilang," jelasnya.

Menurut Yugi, dengan diberikannya kapal pencuri ikan tersebut kepada nelayan maka potensi produksi ekspor ikan bisa meningkat. Dengan produksi yang meningkat maka pendapatan negara melalui pajak juga akan meningkat.

Baca Juga: Penghentian Penenggelaman Kapal Picu Mafia Perikanan, Ini Kata Pengusaha

Sebagai informasi, sebelumnya pemerintah memastikan tidak akan melakukan penenggelaman kapal lagi pada tahun 2018. Hal tersebut dikatakan langsung oleh Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Menurut Luhut, dirinya sudah meminta kepada Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti mengehentikan penenggelaman kapal pada tahun 2018 mendatang. Menurutnya, penenggelaman kapal sudah cukup dilakukan selama tiga tahun saja.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini