Image

BEI Bakal Perbanyak 400 Galeri Investasi untuk Investor Lokal

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018 10:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 12 278 1843905 bei-bakal-perbanyak-400-galeri-investasi-untuk-investor-lokal-hhHOQEDekN.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

BANDUNG – Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan akan menambah galeri investasi menjadi 400 galeri di seluruh Indonesia pada tahun ini.

Penambahan ini diharapkan meningkatkan literasi pasar saham masyarakat Indonesia yang masih rendah.

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Bursa Efek Indonesia Hamdi Hassyarbaini mengatakan, saat ini jumlah galeri investasi di Indonesia mencapai 325 unit. Galeri tersebut tersebar di kampus-kampus, kantor perwakilan BEI di daerah, dan lainnya.

“Tahun ini kami targetkan menjadi 400 unit. Rencananya, selain di kampus juga akan dibuka di organisasi, asosiasi, atau komunitas mitra BEI. Penambahan itu diharapkan semakin membuka pandangan masyarakat tentang pasar modal,” kata Hamdi saat pembukaan Galeri Investasi Unjani, di Kampus Unjani, Jalan Terusan Gatot Subroto, Kota Bandung, Kamis 11 Januari 2018.

 Baca juga: Penyelesaian Transaksi Bursa Akan Lebih Cepat

Menurut dia, jumlah masyarakat Indonesia yang menjadi investor pasar modal masih sangat minim, tak mencapai 1% dari populasi penduduk. Angka itu sudah termasuk investor reksa dana perusahaan yang mencapai 630.000.

“Investor lokal kita masih sangat rendah. Pasar modal kita masih banyak dikuasai asing. Padahal, keuntungan yang bisa diberikan bisa mencapai 200% dalam 10 tahun, atau rata-rata 20% per tahun. Kalau dibandingkan dengan investasi manapun itu tidak ada bandingannya,” kata dia.

Baca juga: Resmikan Videotron, Bos BEI Paparkan Tantangan Pasar Modal 2018

Tak aneh, menurut dia, pasar saham di Indonesia cukup menarik bagi investor dunia. Sayangnya, menariknya pasar bursa masih dikuasai asing. Menurut dia, untuk transaksi harian, investor lokal paling aktif, tapi kepemilikan sahamnya masih didominasi asing.

Kepala OJK Jabar Sarwono mengatakan, tingkat literasi dan inklusi keuangan di Jabar masih rendah. Pemahaman literasi keuangan masyarakat berada pada posisi paling terakhir untuk inklusi keuangan, yaitu sekitar 4,4%, dan tingkat literasi cuma 12, 5%.

Arif Budianto

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini