nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pembangunan Infrastruktur Pacu Industri Mebel hingga Desain Interior

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 25 Januari 2018 11:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 25 320 1849982 pembangunan-infrastruktur-pacu-industri-mebel-hingga-desain-interior-mCP6qxepu6.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Pasar industri mebel dan pemanfaatan jasa desain interior di dalam negeri diperkirakan meningkat seiring dengan pertumbuhan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Ketua Umum Himpunan Desainer Interior Indonesia Lea Aziz mengatakan, pertumbuhan pasar mebel di Indonesia diikuti dengan pemanfaatan jasa desainer interior.

“Misalnya tahun ini, akan ada 29.600 kamar hotel yang siap dibangun dari Sabang sampai Merauke. Kelasnya dari bintang empat hingga bintang lima. Apalagi dengan sepuluh destinasi wisata di Indonesia yang ditetapkan pemerintah, pastinya akan diikuti dengan fasilitas perhotelan,” ujar dia pada konferensi pers di Jakarta kemarin.

 Baca juga: Banyak Infrastruktur Ambruk, Kementerian PUPR Bentuk Komite Keselamatan Kontruksi

Menurut dia, pertumbuhan infrastruktur yang dicanangkan pemerintah ikut memberikan andil besarnya pemanfaatan jasa desainer interior di dalam negeri.

Misalnya, pembangunan jalan tol yang menumbuhkan industri ritel di sekitarnya akan membuka pasar baru bagi mebel ataupun jasa desain interior.

“Di mana ada ritel, di situ ada mebel. Di mana ada mebel, di situ ada desainer interior. Infrastruktur semakin berkembang juga tidak hanya me rangsang pertumbuhan untuk sektor ritel. Namun perkantoran. Bagi kami, desain interior itu pasar yang besar,” ungkapnya.

 Baca juga: Ekspor Mebel Ditargetkan Tembus USD2 Miliar Tahun Depan

Sementara itu, pengamat industri mebel dan kerajinan di Indonesia Sae Tanangga Karim mengatakan, tahun ini industri mebel di Indonesia bisa menggeliat kembali setelah sempat turun.

Dia menyebutkan, nilai ekspor mebel nasional hanya sebesar USD1,3 miliar tahun lalu. Jumlah itu lebih rendah dibanding capaian 2016 dan 2015 sebesar USD1,6 dan USD1,93.

 Baca juga: Simak! Kalah Jauh dari Vietnam, Begini Cara RI Kejar Ketinggalan Ekspor Mebel

“Saya kira tahun ini akan membaik. Sebab, pasar-pasar ekspor yang ada seperti Eropa, Amerika, ataupun Asia cenderung stagnan. Sekarang ada pasar-pasar baru, di antaranya Middle East dan Eropa Timur,” ungkap mantan Direktur Eksekutif Asosiasi Mebel Indonesia (Asmindo) ini.

Gelar Tiga Pameran

Sementara itu, dalam rangka mendorong industri pasar mebel, jasa desain inte rior serta kerajinan tangan akan gelar pameran Hospitality 2018. Pameran ini meng gabungkan tiga konsep bagi pasar perhotelan meliputi furnitur, craft interior design, serta hotel supply.

Pameran tersebut direncanakan berlangsung pada 24-27 Oktober 2018 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat. Traya Events, penyelenggara pameran Hospitality 2018 menyatakan, penggabungan tiga tema pameran tersebut akan menjadi wadah bagi bertemunya para produsen, praktisi, dan konsumen dari industri furnitur, kerajinan tangan, desain interior, serta perlengkapan hotel.

“Pameran ini akan memiliki peran penting untuk merangsang industri kreatif di Indonesia, khususnya desain yang berkaitan dengan furnitur ataupun kebutuhan perlengkapan hotel. Tentunya juga akan merangsang pertumbuhan industri di sektor ini,” ungkap Presiden Direktur Traya Event (PT Traya Eksebisi Inter nasional).

Dia juga menambahkan, pameran Hospitality 2018 diharapkan mampu memberikan daya saing bagi produkpro duk lokal. (Ichsan Amin)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini