Laba Bersih Taspen Naik 191,9% Jadi Rp721,7 Miliar Berkat Anak Usaha

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 12 Februari 2018 16:15 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 12 278 1858397 laba-bersih-taspen-naik-191-9-jadi-rp721-7-miliar-berkat-anak-usaha-0bFlbcurhX.jpg Public Expose PT Taspen (Foto: Feby Novalius/Okezone)

JAKARTA - PT Taspen (Persero) mencatat laba bersih sepanjang 2017 mencapai Rp721,7 miliar atau lebih besar 191,9% dibandingkan realisasi 2016 sebesar Rp247,25 miliar. Dorongan laba bersih disebabkan salah satunya positifnya kinerja anak usaha.

 Baca juga: Taspen Siap Terapkan Pembayaran Pensiun Secara Digital Tahun Ini

Direktur Utama Taspen Iqbal Latanro mengatakan, ada hal-hal yang mempengaruhi capaian kinerja Taspen lebih baik di 2017. Pertama dari sisi pendapatan lain, faktor seperti perubahan fee pengelolaan investasi atas dana AJP PNS dari 5% menjadi 6,7% yang berdampak sebesar Rp157 miliar. Kemudian realisasi fee flagging sebesar Rp67,9 miliar sedangkan rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP) sebesar Rp2,11 miliar.

"Masih dari sisi pendapatan lain, pengakuan atas aset sitaan kasus penyalahgunaan deposito di Bank Mandiri sebesar Rp9,4 miliar," tuturnya di Gedung Taspen, Jakarta, Senin (12/2/2018).

 Baca juga: Tingkatkan Layanan Kepesertaan,Taspen Gandeng Ditjen Perimbangan Keuangan

Menurut Iqbal, positifnya kinerja Taspen dipengaruhi juga oleh kinerja anak usaha. Di mana capaian hasil investasi atas perolehan laba Bank Mantap sebesar 498,2% di atas RKAP, capaian laba Taspro sebesar 27,43% dan capaian laba Taspen Life sebesar 4,7% di atas RKAP.

"Kenaikan ini hasil investasi dari laba anak perusahaan. Ke depan strategi Taspen dorong laba anak perusahaan dari penerimaan investasi," ujarnya.

Baca juga: Keluhan Bos Taspen, Sekarang Lebih Banyak Pensiunan Ketimbang Pegawai Baru

Tidak hanya itu, Iqbal melanjutkan, faktor lainnya adalah efisiensi biaya. Di mana beban capaian realisasi beban usaha sepanjang 2017 berhasil 84,34% atau 15,66% di bawah RKAP.

"Jadi, nuansa hari ini agak berbeda dengan yang lalu karena hari ini Allhamdulillah kinerja lebih baik dan kami banggakan dan bentuk tanggung jawab kami kepada pemagang saham dan seluruh stakeholder Taspen," tuturnya.

Total Aset Taspen Tumbuh 15,9% di 2017

PT Taspen (Persero) mencatat kenaikan jumlah total aset sepanjang 2017 sebesar Rp230,378 triliun atau tumbuh 15,99% dibandingkan capaian 2016 sebesar Rp198,619 triliun. Hasil tersebut tertinggi selama 5 tahun kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menggelola Jaminan Sosial bagi Pegawai Sipil Negara (PNS).

Direktur Utama Taspen Iqbal Latanro mengatakan, dalam rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP) 2017 ditargetkan total aset sebesar Rp229,72 triliun. Namun dalam realisasinya justru terjadi kenaikan aset yang begitu besar.

"Dibandingkan 2016, 2017 terjadi pertumbuhan 15,99%. Ini lebih tinggi rata2 pertumbuhan 5 tahun terkahir dan saya pikir ini tinggi asumsi per tahun. Pencapaian ini merupakan 100,28% melampaui target," tuturnya, di Gedung Taspen, Jakarta, Senin (12/2/2018).

Menurutnya, pertumbuhan aset salah satunya ditopang oleh pertumbuhan aset investasi sebesar 25% yang merupakan akumulasi dari pertumbuhan aset investasi pada instrumen obligasi, sukuk dan KIK EBA sebesar 19%. Deposito tumbuh 54% dan saham, reksana dan lainnya tumbuh 18%.

"Seiring dengan peningkatan pertumbuhan aset investasi, hasil investasi yang dicapai pada 2017 senilai Rp16,8 triliun atau tumbuh 11% dibandingkan pada 2016 sebesar Rp15,21 triliun," tuturnya.

Dari sisi liabilitas kepada peserta, Iqbal melanjutkan, kinerja ini mencapai Rp215 miliar atau naik 15% dibandingkan capaian 2016 sebesar Rp186 miliar. Sedangkan untuk ekuitas tumbuh tinggi, dari sebelumnya Rp11,3 triliun di 2016 menjadi Rp13,958 triliun pada 2017.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini