nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

25% Dana Zakat yang Berhasil Dihimpun Baznaz Berasal dari PNS

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 15 Februari 2018 19:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 15 320 1860244 25-dana-zakat-yang-berhasil-dihimpun-baznaz-berasal-dari-pns-A0DKmfzX96.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) berhasil mengumpulkan dana zakat sebesar Rp6 triliun dari seluruh Indonesia. Sementara untuk di Jakarta, Baznas berhasil menghimpun dana zakat sebesar Rp156 miliar.

Deputi Baznas Arifin Purwakananta mengatakan, dari jumlah penghimpunan sebesar Rp6 triliun, 75% di antaranya didapatkan dari masyarakat umum. Sementara 25% sisanya merupakan dana zakat yang dihimpun dari Apaaratur Sipil Negara (ASN)

 Baca juga: Gaji 3,5 Juta PNS Se-Indonesia Akan Dipotong untuk Zakat

“Baznas pusat telah menghimpun dana Rp156 miliar, kalau untuk Baznas se-Indonesia dari Aceh sampe Papua sebesar Rp6 triliun. 25% dari ASN 75% dari masyarakat umum,” ujarnya saat ditemui Okezone di Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jakarta, Kamis (15/2/2018).

Lebih lanjut Arifin mengatakan, untuk target penghimunan zakat pada tahun 2018 pihaknya mernagetkan bisa menghimpun Rp8,7 triliun dari seluruh Indonesia. Sedangkan dana yang dihimpun dari ASN ditargetkan bisa mencapai Rp5 triliun pada tahun ini.

 Baca juga: Wacana Pungutan Zakat PNS Tuai Kontroversi, Ini Plus Minusnya

“Target menghimpun Rp8,7 triliun, kalau di pusat Rp200 miliar kenaikan yang kami harapkan. Kalau ASN nya aja Rp5 triliun,” ucapnya.

Nantinya lanjut Arifin, dana yang sudah terkumpul akan digunakan 40%nya untuk program ekonomi seperti permodalan, pertanian dan pengembangan industri kecil. Kemudian untuk 20% dana tersebut akan disalurkan untuk pendidikan seperti beasiswa sekolah, pembangunan madrasah dan pesantren.

Lalu kemudian 20% lagi akan disalurkan untuk pengembangan kesehatan masyarakat. Seperti pembangunan tujuh rumah sehat Baznas yang melayani 200 ribu pasien duafa di berbagai provinsi selain itu Baznas juga melayani dan mendirikan pusat krisis di Kabupaten Asmat.

“40% program ekonomi untuk permodalan pertanian, industri kecil dan ukm dan ekonomi kemasyarakatan.20% sekolah sekolah beasiswa, sekolah-sekolah madrasah, boarding school dan bantuan pesantren dan berbagai pendidikan 20% kesehatan,” jelasnya.

Kemudian 10% akan disalurkan untuk program agama seperi dakwah dan juga bantuan terhadap pekerja migran. Sementara sisanya akan disalurkan untuk bantuan korban bencana.

“Sisanya bantuan bencana kami membentuk Baznas tanggap bencana kami mendirikan 16 Baznas rencana di 16 provinsi,” jelasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini