nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Negara dengan Perbudakan Modern, Ada di China hingga Uzbekistan

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 20 Februari 2018 11:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 20 320 1861936 negara-dengan-perbudakan-modern-ada-di-china-hingga-uzbekistan-ZR7SIJI29F.jpg (Foto: Koran SINDO)

JAKARTA - Terbanyak di Dunia Zaman boleh berubah namun ternyata tidak mudah menghapus tradisi buruk masa lalu, salah satunya soal perbudakan.

Menurut data Global Slavery Index 2016, sebanyak 45 juta orang di seluruh dunia ternyata masih terjebak dalam perbudakan modern. Perbudakan modern ditengarai lazim ada di pabrik, tambang, lahan pertanian, hingga dijual demi seks. Berikut 10 negara dengan jumlah perbudakan modern terbanyak di dunia, salah satunya Indonesia.

India

Dengan budak modern diperkirakan mencapai 18.354.700 orang atau setara dengan 1,4% populasi, India menjadi negara dengan angka budak modern tertinggi. Serupa dengan Bangladesh dan Pakistan, sistem peminjaman uang yang memaksa peminjam beserta keluarganya bekerja adalah bentuk perbudakan modern paling umum di India. Jumlah bayaran yang mereka terima hanya cukup untuk bertahan hidup hingga esok harinya.

China

Dengan budak modern diperkirakan mencapai Dengan jumlah budak modern diperkirakan mencapai 3.388.400 orang atau setara dengan 0,24% populasi, China berada di urutan ke-2 negara dengan budak modern terbanyak. Modernisasi dan urbanisasi di Negeri Tirai Bambu membuat banyak penduduk bermigrasi dari desa ke kota. Permasalahannya adalah sebagian besar penduduk desa ini tidak memiliki cukup pengetahuan untuk melindungi mereka dari perbudakan modern.

Pakistan

Dengan jumlah budak modern mencapai 2.134.900 orang atau setara dengan 1,13% populasi, Pakistan menempati urutan ke-3 negara dengan budak modern terbanyak. Perbudakan terbesar di Pakistan adalah di industri pembakaran batu-bata dimana para pekerja yang kadang juga melibatkan anak-anak. Skenario yang digunakan serupa dengan perbudakan yang terjadi di Bangladesh dimana pemilik usaha batu bata meminjamkan uang kepada masyarakat dan mempekerjakan mereka sebagai pembayarannya.

Bangladesh

Dengan budak modern diperkirakan mencapai 1.531.300 orang atau setara dengan 0,95% populasinya, Bangladesh menempati urutan ke-4 negara dengan jumlah budak modern terbanyak. Berbeda dengan kondisi di kota dimana para pekerja diberikan kontrak yang jelas, di bagian pedesaan di Bangladesh, kontrak hanya dibicarakan secara verbal dan kadang dimanipulasi oleh pemberi kerja yang biasa disebut Mahajan.

Uzbekistan

Jumlah budak modern di Uzbekistan mencapai 1.236.600 orang atau setara dengan 3,97% populasi. Uzbekistan adalah produsen kapas terbesar ke-6 di dunia dan selama masa panen, masyarakat Uzbekistan dipaksa bekerja memanen kapas. Karenanya, berbagai badan usaha tidak beroperasi selama masa panen karena pegawainya dipaksa memanen kapas. Berdasarkan data 2015, lebih dari satu juta orang diperkirakan dipaksa bekerja memanen kapas di Uzbekistan.

Indonesia

Jumlah budak modern di Indonesia diperkirakan mencapai 736.100 orang atau setara dengan 0,28% jumlah total penduduk 257.564.000 orang. Dengan angka ini, Indonesia menjadi negara dengan jumlah budak modern tertinggi di Asia Tenggara, disusul oleh Myanmar di peringkat 12 dengan 515.100 orang dan Thailand di peringkat 16 dengan 425.500 orang.

Republik Kongo

Jumlah budak modern di negara ini diperkirakan mencapai 873.100 orang atau setara 1,13% jumlah populasi Republik Kongo. Menurut survey ini, Republik Kongo adalah salah satu negara yang pemerintahnya paling sedikit mengambil tindakan terkait perbudakan modern. Hal ini didasarkan pada tingkat keterlibatan pemerintah dalam penanganan masalah perbudakan modern, rendahnya keinginan politik, atau tingginya tingkat konflik dan ketidakstabilan politik.

Nigeria

Di Nigeria, jumlah budak modern diperkirakan mencapai 875.500 orang atau setara dengan 0,48% jumlah populasi. Di Nigeria, para perempuan (yang kadang di bawah umur) seringkali diiming-imingi akan diberi pekerjaan di Eropa. Namun sesampainya di Eropa, mereka justru dijadikan pekerja seks komersial. Ironisnya, yang membawa mereka ke Eropa untuk dijadikan pekerja seks adalah perempuan "madam" asal Nigeria juga yang lebih tua dan merupakan pemilik rumah bordil di Eropa. Menurut laporan Uni Eropa, pada 2014, 60% pekerja seks perempuan di Italia dan Belgia berasal dari Nigeria.

Rusia

Dengan budak modern diperkirakan mencapai 1.531.300 Jumlah budak modern di Negeri Beruang Merah diperkirakan mencapai 1.048.500 orang atau setara dengan 0,73% jumlah populasi. Kebanyakan budak modern di Rusia berasal dari negara-negara pecahan Uni Soviet, misalnya Tajikistan, Kyrgyzstan dan Uzbekistan. Berdasarkan laporan dari U.S. State Department pada 2013, ribuan warga dari Korea Utara juga dipaksa bekerja di industri kayu di Rusia, dan ironisnya praktik ini disetujui oleh kedua negara.

Korea Utara

Jumlah budak modern di Korea Utara diperkirakan mencapai 1.100.000 orang atau setara dengan 4,3% jumlah populasi. Jika dilihat dari persentasenya, Korea Utara adalah negara dengan persentase budak modern tertinggi disusul oleh Uzbekistan dengan 3,97% dan Kamboja dengan 1,65%. Menurut data PBB 2015 yang dikutip oleh dw.com, lebih dari 50.000 warga Korea Utara dipaksa bekerja ke luar negeri dengan kondisi yang menyerupai perbudakan.

Pekerja Anak di Dunia

- Berdasarkan laporan The 2017 Global Estimates of Child Labor Organisasi Buruh Internasional (ILO), terdapat 152 juta pekerja anak-anak di dunia

- Dari 152 juta, 73% di antaranya harus bekerja di tempat yang membahayakan kesehatan, keselamatan, dan perkembangan moral mereka secara langsung

- 90% anak-anak pekerja berada di Afrika serta Asia dan Pasifik.

- Sebanyak 71% atau sekitar 108 juta anak-anak bekerja di bidang pertanian (pertanian subsisten serta penggembalaan ternak)

Wajah Perbudakan di Indonesia

Fenomena gundik

Tak semua petinggi Belanda di Indonesia membawa serta anak dan istrinya. Banyak dari mereka yang datang sendirian hingga sampai Indonesia akan kebingungan menyalurkan hasrat biologisnya. Akhirnya mereka mengangkat wanita sebagai gundik. Budak nafsu yang harus melayani sang tuan sampai kapan pun. Pada masa penjajahan Jepang, menggunakan perbudakan wanita sebagai pemuas nafsu yang terkenal dengan sebutan Jugun Ianfu.

Perbudakan pabrik kuali dan perbudakan nelayan

Pada 2013, Indonesia heboh lantaran ada praktik perbudakan terhadap 25 buruh di Tangerang. Mereka bekerja dari subuh hingga tengah malam tanpa diizinkan beristirahat. Bahkan makan pun mereka dijatah sangat sedikit. Selama tiga bulan bahkan mereka tidak mandi dan tidur di ruangan yang sangat sempit. Polisi akhirnya berhasil mengeluarkan 25 orang ini dengan kondisi yang mengenaskan. Sedangkan pada 2015, sebuah kasus perbudakan terjadi di Maluku. Korbannya adalah orang-orang dari Myanmar yang dipaksa melakuan illegal fishing. Mereka disuruh bekerja lebih dari 20 jam sehari dan tidak diberi makan dan tempat istirahat yang sesuai.

Perbudakan modern dengan modus TKI

Sudah bukan menjadi rahasia lagi jika banyak dari TKI atau tenaga kerja Indonesia yang akhirnya menjadi budak di dalam atau luar negeri. Mereka dipaksa bekerja dengan keras namun tidak mendapatkan apa yang menjadi hak mereka. Justru mereka disuruh membayar banyak hal hingga gaji terus dipotong. Di luar negeri pun mereka juga kerap mendapatkan perlakukan tak menyenangkan dari orang yang dianggap sebagai majikan.

Budak kerja paksa zaman Belanda dan Jepang

Di zaman Belanda kita mengenal dengan kerja rodi. Masyarakat dipaksa membangun banyak sekali jalanan dan infrastruktur pendukung Belada. Salah satu yang paling terkenal adalah pembangunan Jalan Raya Pos dari Anyer sampai Panarukan. Sementara di era penjajagan Jepang, para budak disuruh membuat jalanan, parit, dan banyak hal dengan perlakukan yang kejam (Infografis: Koran Sindo/Bobby Firmansyah)

1 / 3
GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini