Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Proyek Infrastruktur Perlu Evaluasi Menyeluruh, Porsi BUMN Bakal Dikurangi?

Koran SINDO , Jurnalis-Kamis, 22 Februari 2018 |10:02 WIB
Proyek Infrastruktur Perlu Evaluasi Menyeluruh, Porsi BUMN Bakal Dikurangi?
Foto: Robohnya Pier Head Tol Becakayu (Okezone)
A
A
A

Ketua Jakarta Contractor Community (JCC) Pontas Limbong mengatakan, keselamatan terhadap para pekerja harus menjadi prioritas dalam pembangunan proyek-proyek infrastruktur di Indonesia. Menurutnya, para pekerja merupakan tulang punggung di lapangan sehingga perlu mendapatkan perhatian yang lebih. "Harusnya keselamatan bagi pekerja menjadi prioritas dalam membangun proyek sebab mereka ini vital di lapangan," kata Pontas.

Dia juga mengungkapkan, ambruknya bagian bekisting pierhead proyek Tol Becakayu di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, adalah akibat dugaan kecerobohan dalam pengerjaan proyek.

Pakar manajemen inovasi dari Universitas Indonesia Ali Berawi mengatakan, pembangunan jalan tol dalam rangka percepatan pembangunan harus tetap memenuhi syarat keselamatan yang tertuang pada masterplan schedule project.

Menurutnya, akselerasi pembangunan proyek infrastruktur harus diikuti oleh penambahan sumber daya baik tenaga kerja, biaya, dan perlengkapan produksi. “Yang juga diperlukan adalah bagaimana fungsi kontrol untuk memastikan kualitas produk dan hasil pekerjaan sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan,” ujarnya.

Mengenai sanksi kepada kontraktor yang dianggap lalai, hal itu telah diatur dalam‎ UU Jasa Konstruksi tahun 2017. Sanksi yang dimaksud mulai dari peringatan, denda administratif, penghentian pekerjaan, black list, pembekuan izin hingga pemutusan izin. (Ichsan Amin/Oktiani Endarwati /R Ratna Purnama)

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement