Saat ini, evaluasi sedang dilakukan dengan menunjuk Tim Evaluasi Proyek Layang yang dipimpin Budi Harto selaku Direktur Utama Adhi Karya. Sejauh ini, baru satu proyek layang yang diizinkan untuk kembali dikerjakan yakni Jembatal Holtekamp, Papua.
Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pun tidak mau berspekulasi, jika seandainya ada lagi kecelakaan konstruksi proyek layang, pasca evaluasi. Malahan pemerintah belum mau memikirkan apa yang dilakukan jika kejadian serupa terjadi.
Sekadar informasi, tercatat kurang lebih ada 14 kecelakaan konstruksi yang terjadi dalam kurun waktu 2 tahun terkahir. Dari 14 kasus tersebut, 6 diantaranya merupakan proyek konstruksi yang digarap oleh Waskita Karya.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun meminta seluruh proyek layang (elevated) yang tengah dikerjakan dihentikan sementara. Hal tersebut berimbas pada penghentian sementara proyek besar di bawah Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Presiden menegaskan, penghentian proyek elevated tersebut, tidak hanya pada infrastruktur jalan tol, tetapi menyeluruh termasuk light rail transit (LRT) dan fly over di seluruh Indonesia. Jokowi juga meminta agar seluruh proyek pembangunan yang dilakukan pemerintah diawasi ketat secara rutin.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.