Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga BBM di SPBU Asing hingga Lelang Barang Kesayangan Pejabat Negara

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Senin, 05 Maret 2018 |09:04 WIB
Harga BBM di SPBU Asing hingga Lelang Barang Kesayangan Pejabat Negara
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Koordinator Indonesia Energy Watch (IEW) Adnan Rarasina mempertanyakan mahalnya harga bahan bakar minyak (BBM) di SPBU asing. Menurut dia, seharusnya SPBU asing tetap memperhatikan kepentingan masyarakat, karena energi merupakan kebutuhan pokok sekaligus penggerak roda ekonomi.

Sementara itu, setia pada profesi bisa jadi indikasi seseorang telah mapan dan tercukupi secara materi. Namun di tengah tantangan hidup yang kian kompleks dan dinamis saat ini, bekerja dengan beragam profesi justru jadi tren tersendiri. Bahkan di antara mereka ada yang berhasil menjadi kaya raya.

Di sisi lain, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan akan menyelenggarakan lelang sukarela sejumlah koleksi pribadi milik Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta istri dan Menteri Kebinet Kerja serta beberapa pejabat negara lainnya. Ini dilakukan DJKN dalam rangka memperingati 110 tahun lelang Indonesia.

Ketiga berita tersebut merupakan berita-berita populer selama akhir pekan kemarin di kanal Okezone Finance. Berikut berita selengkapnya:

Mahalnya Harga BBM di SPBU Asing Dipertanyakan

"Ada apa ini? Mengapa mereka lebih mahal? Harusnya SPBU asing itu tidak mengabaikan unsur keberpihakan pada masyarakat. Pemerintah wajib memperingatkan mereka," ujar Adnan di Jakarta, Senin (26/2/2018).

Baca Juga: Naikkan Harga Pertamax Cs Sudah Tepat, Jika Tidak Pertamina Bisa Berdarah-darah

Harga berbagai jenis BBM di SPBU asing diketahui memang lebih tinggi dibandingkan Pertamina. Meski akhir pekan lalu Pertamina baru saja menaikkan harga untuk seri Pertamax, misalnya, namun tetap harga BBM Pertamina masih di bawah harga SPBU asing, seperti Shell dan Vivo.  

Saat ini, untuk kelas RON 90, harga Shell Reguler mencapai Rp8.400/liter dan Revvo 90 keluaran Vivo Rp8.500/liter. Harga tersebut jauh lebih mahal dibandingkan Pertalite keluaran Pertamina Rp7.600/liter. Untuk RON 92, harga Super yang merupakan produk Shell dan Revvo 92 dari Vivo, masing-masing Rp9.250/liter. Harga keduanya juga lebih mahal dibandingkan Pertamax milik Pertamina, yaitu Rp8.900.

Sementara untuk kelas di atasnya, V-Power milik Shell yang memiliki RON 95 dipatok Rp10.450. Harga tersebut lebih mahal dibandingkan Pertamax Turbo keluaran Pertamina, yaitu Rp10.100. Padahal, tingkat oktan Pertamax Turbo lebih tinggi, yaitu 98.

Baca Juga: Ketua DPR Sebut Kenaikan Harga Pertamax Tidak Berdampak kepada Masyarakat

Lain lagi untuk jenis solar, Diesel yang merupakan produk Shell juga lebih mahal dibandingkan Pertamina Dex, yaitu Rp10.150 berbanding Rp10.000. Tidak hanya terkait kemahalan harga, Adnan juga meminta SPBU asing untuk lebih terbuka saat menaikkan harga.

Lebih lanjut dia menerangkan, selama ini, memang SPBU asing terkesan diam-diam jika menaikkan harga. Padahal, tingkat kenaikan yang diambil termasuk cukup tajam. Vivo misalnya, pada saat launching  akhir Oktober 2017, mematok harga Revvo 90 sebesar Rp7.500 dan Revvo 92 Rp8.250.

Dibandingkan harga saat ini, praktis hanya dalam waktu empat bulan, Vivo sudah menaikkan harga kedua produk itu dengan sangat signifikan, masing-masing Rp1.000/liter.

"Banyak masyarakat tidak menyadari, karena kesannya memang diam-diam. Kalaupun diinformasikan, tidak segencar ketika mereka memulai menjual dengan harga lebih murah. Apa-apaan ini?" kata Adnan.

Dalam perspektif lain, Komisioner Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Dadan S Suharmawijaya justru memberi apresiasi kepada Pertamina, yang masih bisa menjual BBM dengan harga lebih murah. Ini membuktikan bahwa sebagai BUMN mereka tidak mengabaikan keberpihakan kepada rakyat.

Baca Juga: Kenaikan Harga BBM Ancam APBN 2018

Lebih dari itu, meski menjual dengan harga lebih murah, namun Pertamina tidak mengabaikan sisi pelayanan dan kualitas produk yang mereka miliki.

"Strategi Pertamina itu harus kita apresiasi. Apalagi, mereka tidak hanya memperhatikan persaingan dari sisi harga, namun juga kualitas produk dan pelayanan. Dan memang harusnya seperti itu. Mereka setiap saat harus memiliki langkah-langkah strategis yang dinamis dalam mengikuti perkembangan pasar," kata Dadan.
 
Terkait peningkatan kualitas dan pelayanan, lanjut dia, bisa dilihat dari loyalitas konsumen kepada Pertamina, meski SPBU asing mulai berdatangan. "Banyak konsumen yang memperhatikan kualitas dan pelayanan. Saya melihat itu, terutama di SPBU-SPBU yang langsung dikelola Pertamina," jelasnya.

Para Profesi Ganda yang Kaya Raya

Banyak figur publik telah membuktikan bahwa dengan menggeluti banyak profesi atau lintas profesi, mereka akhirnya berubah menjadi para pebisnis baru yang kreatif dan ulung. Ketertarikan mereka terjun dalam bidang bisnis (entrepreneurship) tinggi, apalagi dengan dukungan perkembangan era digital saat ini. Hidup kaya dengan profesi ganda pun tak lagi didominasi kalangan artis. Di antara selebritas yang sukses lantaran bekerja de ngan profesi ganda (selebpreneur) adalah pengacara Hotman Paris Hutapea, dai Ustaz Yusuf Mansyur, artis Raffi Ahmad, dan atlet bulu tangkis Sonny Dwi Kuncoro.

 Baca juga: Daftar 10 Orang Terkaya di China: Bos Tencent Jadi Juara, Jack Ma Peringkat Kedua

Hotman adalah sosok pengacara yang energik dan sangat dikenal masyarakat luas. Popularitasnya terus melonjak karena dia kerap menangani kasus yang melibatkan tokoh-tokoh penting. Bayaran selangit dari klien akhirnya membuat pundipundi kekayaannya semakin melimpah. Di luar urusan pekerjaan dalam bidang advokasi, pengacara kelahiran Laguboti, Sumatera Utara, 59 tahun silam ini mengaku saat ini tengah me ngembangkan bisnis properti. Deretan rumah toko (ruko) dan vila miliknya kini tersebar di Jakarta dan Bali. Di Jakarta, deretan rukonya antara lain ada di kawasan Kelapa Gading, Sunter, Sudirman Park, dan Central Park. Teranyar, Hotman membeli gedung 18 lantai di kawasan pu sat bisnis Sudirman Jakarta.

“Nggak ada yang melarang kan setiap orang atau pengacara untuk berinvestasi karena harga tanah dan properti makin naik setiap tahunnya. Di Kelapa Gading ruko dari ujung ke ujung itu punya saya semua, itu sebagai bagian dari investasi masa depan,” ujar Hotman saat ditemui di sebuah kedai kopi kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, baru-baru ini. Di Bali, dia menyebut bisnis vilanya ada di kawasan Seminyak dan Gunung Pandawa. Dia berambisi bisa menguasai vila-vila mahal di Gunung Pandawa dan di Seminyak.

 Baca juga: Kekayaan Warren Buffett hingga Bos Facebook 'Hilang' dalam Sehari, Totalnya Rp253,8 Triliun

“Target saya dalam tahun ini saya harus punya 50 vila dan hotel. Sekarang baru 12,” ujar advokat berjuluk Raja Niaga itu. Hotman memang sangat berambisi menjadi pengusaha properti. Tahun ini dia menargetkan memiliki 50 hotel dan vila mewah. Saat ini baru 12, tapi tahun ini dia ingin me mi - liki 50 hotel dan vila mewah. “Kalau penghasilan dari bisnis properti sama pekerjaan itu rahasia, tapi sama-sama baik lah,” kata Hotman merahasiakan pendapatan sebagai pengacara dan bisnis propertinya. Tak hanya memiliki se jum - lah properti mewah, dia pun mengoleksi sejumlah mobil pre mium seperti Ferrari, Lambor ghini, Bentley, Audi.

Menurutnya mobil yang dia miliki untuk meningkatkan rasa per caya dirinya di depan umum. Takhanyaitu, kinikesi buk an Hotman bertambah setelah didaulat menjadi pembawa acara Hotman Paris Show yang disiarkan di stasiun televisi iNews setiap pekan dan men da pat sambutan yang cukup baik dari publik karena acap kali menggelitik rasa ingin tahu. “Menikmati hidup yang penting harus sehat jasmani rohani. Karena banyak duit, tapi banyak pikiran buat apa?” ujarnya. Tak jauh beda dengan langkah Hotman yang mengambil jalur bisnis untuk mengembangkan kehidupan dan sebagai investasi masa depan, Ustaz Yusuf Mansur (UYM) kini juga lebih sering muncul di depan umum dan media, bukan sebagai penceramah, melainkan sebagai pebisnis.

Bisnisnya pun kini merambah beberapa sektor keuangan, mulai dari koperasi hingga manajer investasi. Kiprah UYM sebagai pe - bisnis sebenarnya sudah lebih dulu dilakoni jauh sebelum men jadi dai. Pada 1996, dia sudah mulai menjajal bisnis in or matika. Namun bisnisnya gagal dan membuatnya terlilit utang hingga masuk penjara selama dua bulan. Dia juga pernah menjajal bisnis kecil-kecilan berjualan es di Terminal Kalideres, Jakarta Barat. Bisnis penghimpunan dana investasi bernama Kondotel Moya Vidi juga pernah dia rintis.

UYM menjual sertifikat inves tasi untuk sebuah hotel di Ceng kareng. Namun bisnisnya itu tidak berjalan mulus karena tersandung masalah perizinan. Bahkan UYM sempat diadu kan oleh investornya dengan tuduhan penipuan investasi. Tidak kapok, UYM justru semakin terpacu untuk mengembangkan bisnisnya. Dia membangun jaringan bisnis bernama Veretra Sentosa Internasional alias PayTren. Bisnis melayani fasilitas pem bayaran uang elektronik itu kini resmi beroperasi setelah sempat dihentikan oleh Bank Indonesia (BI) lantaran belum mendapatkan izin. UYM kembali melebarkan sa yap bisnisnya dengan mendi rikan perusahaan manajer investasi yang bernama PT Pay Tren Aset Manajemen (PAM).

Perusahaan itu sudah mendapatkan izin dari Oto ritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 24 Oktober 2017 yang lalu. Pay Tren adalah usaha uang elek tronik berbasis syariah yang kini sudah berkembang pesat. “Saya kalau nggak bisnis malah menjadi bodoh karena nggak bisa mengembangkan kemampuan lain yang dimiliki,” ucapnya. Suami Siti Maemunah itu pun mengungkapkan akan berusaha adil membagi waktu antara tugas utamanya sebagai penceramah, pengajar, dan sebagai pebisnis. “Saya nggak merasa ber-DNA sebagai pengusaha sampai sekarang karena saya tetap masih ada jadwal ceramah dan ngajar khutbah,” ujar UYM. Fenomena artis dan public figure yang sukses menjalankan profesi ganda ini justru akan memberikan dampak positif bagi masyarakat, utamanya pengembangan sumber daya manusia dan pengembangan ekonomi kreatif.

“Yang tidak boleh itu kaya sendirian. Jadi kalau mengajak atau mem berdayakan orang lain jadi kaya itu bagus,”paparnya. Bahkan UYM kini merambah bidang olahraga. Dia berko laborasi dengan mantan Pe - la tih Timnas Indonesia U-19 In dra Sjafri masuk dalam ja jaran pengurus klub Liga 2 Persika Karawang dan menjadi in vestor klub Persikota Tangerang. Kerja sama keduanya akan berlanjut di klub Liga 3, yakni Malang United. Mereka samasama punya jabatan strategis. Di Malang United, Indra akan bertugas sebagai direktur akademi, sementara UYM men duduki posisi presiden kehor matan. Tapi kerja sama Indra dan UYM tidak akan berhenti sampai di situ saja.

Artis Banyak Sampingan

Di sisi lain artis yang me rintis dunia bisnis terus ber tambah. Mereka sadar karier di dunia entertainment tak bisa bertahan selamanya. Salah satu artis yang sudah lama merintis bisnis adalah pedangdut Inul Daratista. Inul mengembangkan berbagai lini bisnis mulai dari karaoke yang diberi nama Inulvista hingga bisnis kuliner dan kecantikan. Lini bisnisnya yang sudah merambah banyak kota di Indonesia ini mengukuhkan dirinya sebagai salah satu artis dang dut terkaya di Indonesia. Bahkan tak cuma di Indonesia, Inul juga telah merintis bisnis barunya di luar negeri. Inul merupakan artis pelopor usaha karaoke.

Setelah ia mendirikan Inul Vizta Family KTV, banyak sekali artis yang ikut mendirikan bisnis karaoke di berbagai kota besar. Dua belas tahun berbisnis karaoke, kini omzet karaoke tak bisa dipandang sebelah mata. Lewat bisnis karaoke, ia telah membangun lebih dari 100 cabang dan mempekerjakan lebih dari 10.000 pegawai. Sukses dengan bisnis karaoke, pemilik nama asli Ainur Rokhimah ini membangun bisnis kecantikan sejak 2016. Lewat brand Inul Beauty dari perusahaan yang ia bangun ber nama PT Ratu Pesona Semesta, ia menjual berbagai jenis kos metik untuk perempuan. Hingga saat ini bisnis kosmetiknya pun masih berjalan lancar. Pada 2017, ia mengembangkan bisnis di bidang kuliner.

Dia memilih merintis usaha keripik singkong yang diberi nama Inul Food. Inul kini tengah menekuni bisnis fashion. Membuntuti kesuksesan yang diraih Inul, salah satu diva musik Tanah Air Rossa merupakan contoh selebritas yang menjalani dunia bisnis di tengah kariernya yang masih moncer. Bisnisnya mulai dari rumah karaoke bernama Diva, kemudian lini busana, peranti kecantikan, kue kekinian Minang Monde hingga yang paling anyar bisnis properti. “Siapa bilang bisnis jadi gampang gara-gara status artis? Nggak juga karena awalnya banyak orang yang underestimate cuma gara-gara saya artis,” ucapnya.

Jessica Iskandar (Jedar) juga merupakan seorang artis yang sukses dalam berbisnis di tengah kepopulerannya sebagai artis atau pembawa acara di berbagai stasiun televisi swasta. Dia juga merupakan orang tua yang tangguh. Dia melakukan segala macam usaha demi masa depan putra tercintanya, El Barrack. Sejak ditelantarkan suami bulenya, Jedar mem besarkan El Barack seorang diri. Betapa tidak, Jedar pun memiliki dua rumah pribadi, dua mobil pribadi, dan sebuah vila mewah yang ada di Bali. Menurut psikolog Uni versitas Pancasila (UP) Aully Grashinta, pada dasarnya entrepreunership itu bukan profesi, tapi lebih pada orientasi.

“Jadi ada individu yang berorientasi menjadi pegawai, ada yang sejak awal punya punya jiwa entrepreuner yang besar,” katanya. Orientasi ini dianggap tidak menyalahgunakan profesi sepanjang tetap dalam etika profesi. “Jika pakemnya di pahami, maka tidak ada yang salah sebenarnya,” terangnya. Hotman misalnya, kata Shinta, menjadi pengacara dengan penghasilan besar. Untuk memanfaatkan peng ha sil annya dia perlu investasi se hing ga uangnya bertumbuh sesuai dengan inflasi atau bahkan lebih karena investasi di properti hampir tidak pernah rugi. Jika ketenaran para public fi gure membuat lebih mudah men jadi entrepreunuer, hal itu adalah sebuah keuntungan.

Jika ini menjadi teladan, seharusnya disambut baik. Karena jumlah enterpreuneur di Indonesia masih di bawah 5%. “Semakin banyak entrepreuneur seharusnya semakin berkontribusi pada kemajuan negara,” terang dia.

Kejar Penerimaan Negara, Barang-Barang Kesayangan Wapres hingga Menteri Dilelang

Peserta lelang ini berjumlah 18 orang yang akan menjual barangnya mulai dari Wakil Presiden serta Menteri Kabinet Kerja serta Direktur Bank BUMN lainnya.

 Baca juga: Jusuf Kalla hingga Menteri Kabinet Kerja Lelang Barang Pribadi secara Sukarela

"Lelang ini bersifat sukarela yang barang-barangnya merupakan koleksi pribadi," ungkap Direktur Lelang DJKN Lukman Effendi di Jakarta, Senin (26/2/2018).

Menurutnya, lelang sukarela akan digelar pada Rabu, 28 Februari 2018 di Gedung Galeri Nasional Indonesia mulai pukul 10.00 WIB. Adapun barang yang dilelang merupakan barang yang memiliki arti khusus bagi pemiliknya.

 Baca juga: Daftar Barang Jusuf Kalla hingga Sri Mulyani yang Akan Dilelang

"Nanti akan ada sepatu, sepeda dan juga baju serta tas yang merupakan barang kesayangan dan sering digunakan oleh Bu Menteri serta yang disayangi oleh Pak JK," jelasnya.

Selain itu, dia menyebutkan penyelenggaraan lelang ini bukan hanya dalam hal pengumpulan penerimaan negara saja tapi juga menjadi bagian perekonomian Indonesia yang lebih maju.

"Hasil dari lelang sukarela ini akan disalurkan untuk kegiatan sosial sesuai referensi yang diberikan oleh pemilik barang. Sedangkan negara akan memperoleh Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari bea masuk lelang yang disetor ke kas negara," tukasnya.

Adapun beberapa pejabat negara yang akan melakukan lelang sukarela pribadi adalah,

1. Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla

Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Mufidah Jusuf Kalla melelang 21 barang yang merupakan koleksi pribadi. Sebagian besar koleksi pribadi tersebut merupakan milik Mufidah Jusuf Kalla. Barang dilelang mulai dari kain tenur alor Nusa Tenggara Timur, selendang kas Bali, sarung Makassar, songket Sumatera Barat, kain tenun Bajawa Nusa Tenggara Timur, kain batik tulis Pesisir berwarna hitam, kain tenun Nusa Tenggara Timur warna merah muda, kain tenun Bali warna biru, kain Sasarangan warna hitam kombinasi.

Selanjutnya ada kain Karawo Gorontalo, satu stel baju muslim sutera warna merah, bahan bordir warna biru, baju sutera warna biru kombinasi putih, baju kurung songket Sumatera Barat, sepatu selop kulit berhak tinggi 6 cm dengan merek Etienne Aigner, sepatu kulit pantovel merek Etienne Aigner, sepatu kulit berhak tinggi 6 cm merek Aerosoles dan sepatu kulit berhak tinggi 6 cm bermerek Gucci.

Sementara itu, Jusuf Kalla melelang sepatu merek JK collection ukuran 39, dasi merek Hermes, dan dasi merek Hugo Boss. Kondisi barang dilelang pun dinyatakan kondisinya sangat bagus.

2. Menteri Keuangan Sri Mulyani

Sri Mulyani lelang koleksi pribadi berupa baju batik tulis lengan panjang motif bunga merek Nena. Baju batik tulis itu berukuran M dan kondisinya bagus. Baju batik ini merupakan kesayangan Sri Mulyani. Ia sering memakai baju itu selama menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan. Adapun nilai limit mencapai Rp5 juta.

3. Menteri Luar Negeri Retno Lestari Marsudi

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melelang sekitar tiga barang koleksinya. Pertama, satu buah barang koleksi berupa cookies jar keramik berikut tutup dari Belanda bermotif kincir, tinggi jar 10 cm dan diameter 10 cm. Diperkirakan dikoleksi pada 2012, saat menjabat sebagai Duta Besar LBBP di Den Haag, Belanda. Nilai limitnya Rp 500 ribu.

Kedua, tas handbag besar merek Givenchy berikut pouch, panjang 30 cm, tinggi 25 cm, warna hitam, kondisi bagus. Retno selalu menggunakan tas tersebut yang selalu memuat kebutuhan kerja hariannya. Nilai limitnya Rp3 juta.

Ketiga, topi piknik floppy hat, diameter 43 cm,warna coklat kombinasi hitam, dan kondisinya bagus. Retno gemar menggunakan topi, ini salah satunya didapat dari Amerika Latin. Topi ini sering dipakai oleh yang bersangkutan saat bepergian ke dalam dan luar negeri. Nilai limitnya Rp 250 ribu.

4. Menteri BUMN Rini Soemarno

Rini melelang dua barang koleksi pribadinya. Pertama berupa baju batik tulis lengan panjang, rancangan Obin batik. Baju itu bermotif parang, bahan sutera halus berukuran S, dan warna coklat. Kondisi sangat bagus. Baju tersebut dipakai pada saat pelantikan Kabinet Kerja. Nilai limitnya Rp 5 juta.

Kedua, kain batik tulis warna dasar hitam dengan motif bunga. Kondisi sangat bagus. Kain batik tersebut dibatik sendiri oleh Menteri BUMN ketika berkunjung ke Rumah Kreatif BUMN di Solo, Jawa Tengah. Nilai limit Rp 500 ribu.

5. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil

Sofyan Djalil melelang tiga barang koleksinya. Pertama, piring english porselin paintings limited edition Malcom D.Johnson, plate number 417 yang diberikan dalam rangka Celebrating 150 years prudential. Diameternya 27 cm. Kondisi sangat bagus. Nilai limitnya Rp 1,5 juta.

Kedua, sajadah merek Velteksa Turkiye. Wadah ukuran 1,2x0,6 meter dengan kondisi sangat bagus. Nilai limitnya Rp 250 ribu. Ketiga, sajadah karpet merek Royal Esfahan dengan ukuran 1,25x0,65 meter, kondisi sangat bagus. Nilai limitnya Rp 750 ribu.

6. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

Airlangga melelang sepatu merek Equator berukuran 43pp dengan bahan kulit. Sepatu itu berwarna hitam dengan kondisi istimewa. Dilengkapi dengan bantalan kayu, kotak sepatu, kartu ucapan, dan booklet proses pembuatan sepatu.

7. Menteri Perhubungan Budi Karya

Budi Karya melelang tiga barang koleksi pribadinya. Barang tersebut antara lukisan menceritakan kehidupan pedesaan, berukuran 80x80 cm berikut bingkai, kondisi bagus. Nilai limitnya Rp5 juta. Selain itu, lukisan karya Arifin Yasonas (2006) tema sebuah penyesalan berlatar belakang pantai dengan langit biru berawan ukuran 100x100 cm berikut bingkai, kondisinya bagus. Nilai limit Rp 2 juta.

Selanjutnya gitar akustik berwarna coklat-kuning, kondisi bagus. Budi Karya baru-baru ini tergabung dalam band Kabinet Kerja bernama Elek Yo Band. Tentu gitar itu penting dalam perjalanan karier Budi Karya di Elok Yo Band. Nilai limitnya Rp 500ribu.

8. Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek

Nila melelang enam barang koleksi pribadinya antara lain kain songket Sumatera Barat, kain batik sutera Solo, kain ulos Sumatera Utara, kain sarimbit tenun dari Kalimantan warna merah, kain tenun Jumputan warna abu-abu, dan kain songke Manggarai Nusa Tenggara. Kondisi kain itu dalam kondisi bagus.

9. Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Hadiyanto

Hadiyanto melelang peralatan pingpong berupa badge dengan kayu merek Ryu Seung Min G-Ma, karet merek Butterfly Tenergy 80-FX, berwarna merah, kondisi bagus. Bahkan barang itu diserta tanda tangan asli pemilik Februari 2018. Nilai limitnya Rp1,5 juta.

10. Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi

Heru Pambudi, Direktur Jenderal Bea dan Cukai melelang barang koleksi berupa sepatu dinas harian Bea-Cukai merk Felix Verguso, ukuran 41, bahan syntetic rubber, warna hitam, kondisi cukup bagus. Dilengkapi dengan kardus sepatu dinas harian Bea dan Cukai.

Sepatu ini menyimpan kisah unik berupa penipuan dan pemalsuan sepatu milik Heru Pambudi yang dimuat di Metronews pada 19 Desember 2017. Transkrip berita penipuan tersebut disertakan dalam penjualan lelang ini.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement