Proyek PLTP Rantau Dedap Raih Pinjaman Rp7,3 Triliun

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Sabtu 24 Maret 2018 14:07 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 24 320 1877363 proyek-pltp-rantau-dedap-raih-pinjaman-rp7-3-triliun-NH2FpZxog6.jpg Ilustrasi: Foto PLTP (Okezone)

JAKARTA - PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD) telah berhasil merampungkan perjanjian untuk pembiayaan proyek panas bumi Rantau Dedap tahap I.

Pinjaman senilai USD540 juta atau setara Rp7,39 triliun (kurs Rp13.700 per USD) telah ditandatangani di Jakarta, Jumat 23 Maret. Penandatanganan perjanjian pembiayaan untuk proyek tersebut dilakukan oleh SERD dengan Japan Bank for International Cooperation (JBIC), Asian Development Bank (ADB) dan kelompok bank komersial internasional (yang terdiri dari Mizuho Bank Ltd., Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation), dengan perusahaan Nippon Export and Investment Insurance sebagai penjamin.

SERD adalah perusahaan patungan yang terdiri dari PT Supreme Energy, ENGIE dari Perancis, Marubeni Corp dan Tohoku Electric Power Co., Inc. dari Jepang.

 Baca Juga: Miliki Kapasitas PLTP Terbesar, Indonesia Akan Kalahkan AS dan Filipina

Presiden & CEO Supreme Energy, Supramu Santosa mengatakan, pinjaman tersebut untuk membiayai pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Rantau Dedap I berkapasitas 98,4 megawatt (mw). Proyek ini berlokasi di Daerah Muara Enim, Wilayah Lahat dan Kota Pagar Alam, Provinsi Sumatra Selatan.

Untuk mengembangkan proyek ini, SERD juga telah menunjuk Kontraktor EPC, konsorsium PT Rekayasa Industri dan Fuji Electric Co., Ltd. Proyek ini diharapkan akan selesai pada tahun 2020 mendatang.

"Proyek ini rencananya akan rampung pada tahun 2020, dengan kapasitas produksi listrik bebas karbon sebesar 98,4 mw, dan akan mengurangi emisi CO2 sebanyak 486.000 ton per tahun," ujar Supramu dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu (24/3/2018).

Lebih lanjut, dia juga menjelaskan bahwa pengembangan panasbumi Rantau Dedap merupakan proyek PLTP kedua yang dibangun oleh Supreme Energy. Sebelumnya, perusahaan energi nasional ini juga tengah membangun proyek serupa di Muara Laboh, Solok Selatan, Sumatera Barat, yang pembiayaannya didapat pada tahun 2017.

"Ini merupakan upaya gigih panjang lainnya dan komitmen yang kuat dari Supreme Energy dalam pengembangan sumber daya panas bumi di Indonesia, yang merupakan bagian penting dari rencana Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan porsi energi baru terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional untuk mencapai ketahanan energi yang berkelanjutan," papar Supramu.

 Baca Juga: Dukung Pengembangan Energi Panas Bumi, Kemenkeu Terbitkan Aturan Baru

Proyek Rantau Dedap akan membantu membuka daerah yang agak terpencil di Provinsi Sumatra Selatan, menyediakan kesempatan kerja bagi sekitar 1.200 orang serta memberikan peluang bagi bisnis lokal selama masa konstruksi. Listrik bebas emisi CO2 yang dihasilkan oleh pembangkit ini akan dapat menyediakan listrik untuk sekitar 130 ribu rumah tangga.

Selain di Rantau Dedap dan Muara Laboh, Supreme Energy melalui PT Supreme Energy Rajabasa (SERB) juga tengah menyiapkan program eksplorasi untuk Wilayah Kerja Panasbumi (WKP) Gunung Rajabasa di Lampung Selatan.

Di Muara Laboh dan Rajabasa, Supreme Energy menggandeng ENGIE dan Sumitomo Corp of Japan.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini