"Kita juga minta terobosan-terobosan yang lebih greget supaya nilai kurs menjadi lebih baik. Karena kita melihat bahwa ada sedikit gangguan di luar negeri, kita langsung panik. Terus dolar naik hampir Rp14.000 padahal pemerintah mengatakan ekonomi kita sedang sehat dan baik. Ini kan sesuatu yang kontradiksi," jelasnya.
Menurut dia, bila ekonomi dalam kondisi yang sehat ditandai dengan kurs Rupiah yang baik. Hal ini, kata dia, memang karena likuiditas dolar di Indonesia sangat kurang.
Baca Juga : Perry Warjiyo Jadi Gubernur Baru BI, Komisi XI Titipkan Wejangan untuk Agus Marto
"Kami meminta BI untuk mengeluarkan kebijakan supaya orang-orang yang meminjam duit di Indonesia, entah Dolar atau Rupiah, mereka juga yang membuat produknya dan di ekspor, hasil ekspornya itu 100% yang masuk ke Indonesia ditukarkan dengan mata uang lokal. Sehingga dolar kita tidak krisis likuiditas," paparnya.
Ditahun politik pada 2019 mendatang, Mekeng juga berpesan untuk ketersediaan uang kartal tak kurang. "Karena pesta demokrasi ini pasti menguras uang," ujar dia.