nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BPS: Inflasi Maret 2018 Sebesar 0,20%

Ulfa Arieza, Jurnalis · Senin 02 April 2018 11:22 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 02 20 1880862 bps-inflasi-maret-2018-sebesar-0-20-KcY6v5aThn.jpg Foto: BPS Umumkan Inflasi Maret 2018 (Ulfa/Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi Maret 2018 sebesar 0,20% (mtm). Angka ini naik dibandingkan tingkat inflasi Februari 2017 sebesar 0,17%.

Adapun inflasi tahun kalender Maret adalah 0,99%. Sementara, inflasi tahunan Februari 2018 sebesar 3,4% year on year (yoy)

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan, inflasi Maret 2018 lebih tinggi dari Maret 2017 yang mengalami deflasi sebesar 0,02%, dan juga lebih tinggi dibandingkan dengan Maret 2016 yang mengalami inflasi 0,19%.

"Kalau kita lihat perkembangan harga komoditas Maret menunjukan kenaikan. Hasil pemantauan BPS di 82 menunjukkan terjadi inflasi 0,20%. Terkendali," ujar Kecuk di kantor BPS, Senin (2/4/2018).

Baca Juga: Inflasi Maret 2018 Ternyata Disumbang Kenaikan Harga Pertamax-Pertalite

Kecuk mengatakan dengan memperhatikan target inflasi yang dipasang di APBN sebesar 3,5% maka angka 3,4% terbilang terkendali.

Dari 82 kota tersebut, sebanyak 57 kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Jayapura mencapai 2,10 % dan inflasi terendah ada di Kota Sumenep sebesar 0,01% "

Sementara sisanya sebanyak 25 kota mengalami deflasi.

Pantauan BPS menyebut, deflasi tertinggi ada di Kota Taul sebesar 2,3 % dan deflasi terendah di Kota Bulukumba sebesar 0,01 %.

Kecuk menjelaskan, yang berpengaruh besar terhadap inflasi adalah dari bahan makanan, transportasi, dan sandang.

Khusus untuk bahan makanan memberikan andil sebesar 0,05%, terutama pada harga bumbu-bumbuan.

"Cabai merah mengalami kenaikan harga sehingga menyumbang paling besar sebesar 0,07% lalu bawang merah dan bawang putih masing-masing 0,04%," kata dia.

Baca Juga: Cabai Merah Jadi Biang Keladi Inflasi Maret 0,20%

Kecuk menjelaskan, kenaikan harga komoditas terutama pada bumbu - bumbuan karena faktor cuaca sehingga bumbu-bumbuan mengalami kenaikan harga.

Dia berharap menjelang puasa ini harga komoditas stabil sehingga inflasi pun bisa terkendali.

Sebelumnya, Ekonom Institute for DeĀ­velopment of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira memperkirakan terjadi inflasi pada Maret 2018 pada kisaran 0,15%-0,2% (mtm) atau 3,4% (yoy). Inflasi umum cenderung lebih tinggi dibanding Maret 2017 lalu yang tercatat deflasi sebesar 0,02%.

Komponen inflasi dari harga yang diatur pemerintah atau administered price disumbang kenaikan oleh kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi.

Sementara dari inflasi volatile food karena ada pergeseran panen jadi penurunan harga beras dipasar belum optimal.

"Impor beras juga baru dilakukan Bulog 50% dari komitmen 500 ribu ton beras," ujarnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini