Image

Ekonomi 5,5% Tak Mampu Kurangi Kemiskinan Tanpa Manufaktur

ant, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 13:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 17 20 1887672 ekonomi-5-5-tak-mampu-kurangi-kemiskinan-tanpa-manufaktur-ymWAXmV9Qf.jpg Foto: Ekonomi 5,5% Belum Mampu Turunkan Kemiskinan (Setkab)

JAKARTA - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan sektor industri manufaktur tidak bisa dipandang remeh apabila Indonesia ingin mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 6,5%

Bambang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi potensial Indonesia saat ini hanya 5,5%. Hal tersebut berarti ekonomi Indonesia maksimum hanya dapat tumbuh 5,5% dalam kondisi daya saing dan iklim bisnis sekarang.

Ketergantungan pada kinerja ekspor sumber daya alam (SDA) akan mempersulit upaya menembus pertumbuhan ekonomi potensial tersebut.

"Menurut analisis kami, pertumbuhan ekonomi 5,5% tidak cukup untuk mengurangi kemiskinan, memperbaiki kesenjangan, dan mengurangi pengangguran. Yang harus didorong sebagai prioritas adalah sektor manufaktur," kata Bambang dalam dialog antara Bappenas dan Badan Kerja Sama Internasional Jepang (Japan International Cooperation Agency/JICA) di Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Baca Juga: Sri Mulyani Ramal Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2018 5,2%

Dia mengungkapkan bahwa faktor yang membuat pertumbuhan ekonomi potensial Indonesia hanya di kisaran 5,5% adalah peran dari sektor manufaktur belum terlalu besar.

Perbaikan menyeluruh di sektor manufaktur menjadi syarat untuk mengangkat pertumbuhan ekonomi potensial di Indonesia melebihi 5,5%.

"Kalau tidak melakukan apa-apa atau mengikuti kondisi sekarang, pertumbuhannya sulit mencapai 5,5%. Kalau ada terobosan di industri manufaktur, ada kemungkinan tambahan 1%," kata dia.

Baca Juga: Bank Dunia Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,3% Tahun Ini

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan dua hal yang dapat diupayakan untuk mengakselerasi sektor manufaktur, yaitu melalui penelitian pengembangan (research and development) dan perbaikan tingkat produktivitas.

Dia juga mengatakan bahwa pemerintah telah mendorong pengembangan kompetensi sumber daya manusia antara lain melalui vokasi, training, dan retraining.

"Kalau mengandalkan manufaktur tanpa inovasi, sulit untuk melakukan lompatan," kata Airlangga.

 

Foto Kemiskinan

Dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019, pemerintah menargetkan sektor industri nasional tumbuh dalam rentang 5,1% hingga 5,6%.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan fokus pada beberapa isu strategis seperti nilai tambah manufaktur, iklim usaha, produktivitas, kandungan teknologi, dan ekspor produk manufaktur.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini