JAKARTA - Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko mengklaim, meski peningkatan uang kartal pada Ramadan tinggi namun peningkatan penggunaan uang elektronik jauh lebih tinggi.
Tercatat, BI menyiapkan ketersediaan uang tunai sekitar Rp188,2 triliun untuk kebutuhan Lebaran 2018. Ketersediaan uang kartal ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp167 triliun.
Dia menyatakan, pertumbuhan uang elektronik sejak akhir 2017 hingga Maret 2018 mencapai 361%. Pertumbuhan ini didorong penggunaan uang elektronik untuk pembayaran jalan tol dan diskon pada e-commerce.
"Peningkatan 361% terutama karena jalan tol dan maraknya diskon e-commerce. Nontunai ini naik jauh lebih tinggi dari pada uang tunai. Akan ada waktunya untuk bergeser ke non tunai," ujarnya dia di Lapangan IRTI Monas, Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Maka di tengah meningkatnya kebutuhan uang tunai, Bank Sentral dikatakan berupaya memadukan layanan tunai dan non tunai.
Hal dilakukan dengan menempuh menempuh 3 strategi, yakni melaksanakan pengujian terhadap seluruh infrastruktur guna memastikan terselenggaranya layanan sistem pembayaran secara aman, lancar dan efisien. Khususnya bila terjadi peningkatan volume transaksi pada bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri.