nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Omzet Penjualan Baju Koko Tembus Rp50 Juta/Hari

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 13 Juni 2018 14:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 13 320 1910051 omzet-penjualan-baju-koko-tembus-rp50-juta-hari-e3JwMMhKSR.jpeg Pasar Tanah Abang (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - Baju koko menjadi salah satu pilihan busana untuk dibeli menjelang Lebaran. Tentu penjualan baju ini akan meningkat jelang Hari Raya Idul Fitri.

Omzet yang didapatkan pun mencapai Rp50 juta per hari pada puncak penjualan yakni 15 hari jelang Lebaran.

Angga salah satu pedagang baju koko di Tanah Abang menyebutkan, penjualan mulai ramai sejak 2 bulan jelang bulan puasa. Omzet saat itu berkisar 25 juta per harinya. Sedangkan H-15 hari omzet mencapai Rp50 juta per hari.

"Dua bulan sebelum puasa itu banyak pembeli dari daerah datang. Mereka beli buat jual lagi. H-15 itu yang paling ramai, omzet kita mencapai Rp50 juta per hari," jelas Angga kepada Okezone di Tanah Abang, Jakarta, Rabu (13/6/2018).

tanah abang

Meski demikian, pedagang baju koko di Blok B ini menyatakan, omzet tersebut tak berbeda dari Lebaran tahun sebelumnya. "Kalau dibandingkan tahun lalu ya sama saja. Enggak ada peningkatan," katanya.

Dia menyatakan, kondisi ini bukan karena adanya persaingan dengan toko online. Pasalnya penjual di Tanah Abang bahkan rata-rata memiliki toko online sendiri. Selain itu keunggulan di Tanah Abang yakni pembelian yang grosir dan harga jauh lebih murah.

"Ini (omzet yang stagnan) karena daya beli masyarakatnya memang masih lemah. Rupiah juga kan lagi melemah," ungkapnya.

Angga sendiri menjual baju koko secara grosir dan eceran. Untuk grosir paket yang paling murah yakni seharga Rp1 juta. Sedangkan yang eceran dijual berkisar Rp50 ribu per potong. "Ini kita jual eceran karna enggak ada pasangannya buat dijual ke grosir," imbuhnya.

tanah abang

Senada, Agung, pedagang baju koko lainnya mengaku mendapat omzet hingga Rp50 juta per hari saat puncak penjualan.

"Puncak H-15, itu kita dapat Rp50 juta per hari. Tapi kalau ramai pembeli itu mulai terasa sejak seminggu setelah puasa," jelasnya.

Penjual baju koko baik grosir dan eceran ini pun mengaku, omzet tersebut tak bergerak dari perolehan tahun sebelumnya. "Stagnan. Tahun kemarin juga Rp50 juta per hari," katanya.

Dia pun menilai, kondisi ini didorong daya beli masyarakat yang masih lemah. "Enggak ada pengaruh dari toko online. Ini karena daya belinya saya ya yang lagi lemah," ungkapnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini