nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pertamina Kelola Blok Rokan, Potensi Pendapatan Negara Rp825 Triliun

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 10 Agustus 2018 19:55 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 08 10 320 1934882 pertamina-kelola-blok-rokan-potensi-pendapatan-negara-rp825-triliun-zAgLHVFMoS.jpg Ilustrasi Produksi Minyak (Foto: Reuters)

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memutuskan Pertamina sebagai pemenang lelang dari Blok Rokan. Perseroan pun akan mulai mengelola blok migas terbesar di Sumatera itu.

Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar mengatakan, keputusan pemerintah untuk menyerahkan Blok Rokan karena penawaran yang lebih tinggi dibandingkan PT Chevron Pacific Indonesia. Bagaimana tidak, pada penawaran yang diajukan Pertamina, pemerintah telah menerima komitmen kerja pasti pengelolaan blok atau Wilayah kerja (WK) migas dari pihak kontraktor sebesar USD1,68 miliar atau Rp 23,5 triliun.

"KKP atau Komitmen Kerja Pasti sudah sampai USD1,68 miliar atau Rp 23,5 triliun," ujarnya dalam acara bincang santai di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Selain itu, Pertamina juga mengajukan penawaran dengan bonus tanda tangan sebesar USD784 juta atau setara Rp11,3 triliun. Sedangkan komitmen pasti 5 tahun pertama yang akan diterima pemerintah adalah sebesar USD50) juta atau setara dengan Rp7,2 triliun.

Belum lagi, ada potensi pendapatan negara untuk 20 tahun kedepan yang cukup besar. Berdasarkan perhitungan, potensi pendapatan negara untuk 20 tahun ke depan sebesar USD58 miliar atau setara Rp825 triliun.

"Yang kita dapatkan sekarang (sekitar) Rp12 triliun dari signature bonus. Masuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun ini," ucapnya.

Nantinya lanjut Arcandra, dana ini bisa dipakai oleh kontraktor untuk melakukan eksplorasi cekungan migas yang baru. Karena selama ini, belum ada eksplorasi cekungan migas baru yang dilakukan oleh Chevron selama mengelola blok Rokan.

"Ada nggak dana ini (untuk ekplorasi) sebelumnya. Ini terobosan. Dapat tidak, tiap tahun dia punya program. Yang cek SKK,"ucapnya.

 

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini